Memalukan, Tendangan Brutal di Liga 4 Indonesia Mendunia

Tendangan Kungfu Kembali Terjadi di Liga 4
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Sepakbola Indonesia kembali menjadi sorotan dunia internasional. Sayangnya, perhatian global tersebut bukan datang karena prestasi, melainkan akibat aksi kekerasan brutal di lapangan hijau yang berujung pada hukuman larangan seumur hidup bagi dua pemain dalam waktu berdekatan.

img_title PSSI Sebar Radar Naturalisasi Timnas Indonesia ke 5 Negara, Siapa Saja Incarannya?

Insiden tersebut terjadi di kompetisi kasta bawah Liga 4, namun dampaknya meluas hingga ke luar negeri. Video tekel mengerikan yang beredar luas di media sosial memicu reaksi keras publik global dan diangkat oleh sejumlah media sepakbola internasional, seperti Sportbible

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus pertama terjadi dalam ajang Liga 4 Piala Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta saat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) FC menghadapi Kampungqu Football Indonesia (KAFI). Pada menit ke-78, pemain KAFI Dwi Pilihanto Nugroho melakukan tendangan keras ke arah kepala pemain UAD, Amirul Mutaqin, dalam perebutan bola.

img_title Siap-siap! Pemain Keturunan di 5 Negara Ini Bakal Jadi Incaran PSSI untuk Perkuat Timnas Indonesia

Benturan keras tersebut membuat Amirul terkapar dan harus mendapatkan penanganan medis serius. Rekaman insiden itu dengan cepat menyebar luas dan menjadi bahan perbincangan warganet mancanegara yang menyoroti kerasnya persaingan di sepak bola Indonesia.

Tak berselang lama, perhatian dunia kembali tertuju ke Tanah Air. Kali ini dari Liga 4 Jawa Timur, saat pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar, melakukan tendangan brutal ke arah dada pemain lawan dalam sebuah duel terbuka.

img_title Bukan Kehabisan Talenta, Ini Alasan PSSI Alihkan Perburuan Pemain Keturunan dari Belanda

Dua insiden tersebut berujung pada keputusan tegas Komite Disiplin PSSI. Kedua pemain dinyatakan melanggar sejumlah pasal dalam Kode Disiplin PSSI 2025 dan dijatuhi sanksi larangan seumur hidup dari seluruh aktivitas sepak bola di Indonesia, disertai denda.

Rentetan hukuman berat ini dinilai sebagai langkah ekstrem untuk memutus rantai kekerasan di lapangan. Namun di sisi lain, kasus tersebut kembali membuka citra negatif sepak bola Indonesia di mata dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alih-alih dikenal karena perkembangan kompetisi dan pembinaan pemain muda, sepak bola nasional kembali menjadi perbincangan global akibat insiden yang mencederai nilai sportivitas dan keselamatan pemain.

Sorotan dunia ini menjadi peringatan keras. Tanpa pengawasan ketat dan edukasi fair play yang berkelanjutan, sepak bola Indonesia berisiko terus viral bukan karena prestasi, melainkan karena kekerasan.

Pemain Belanda U-19 keturunan Surabaya Julian Oerip.

4 Pemain Keturunan Ini Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia usai PSSI Dikabarkan Tak Lagi Prioritaskan Belanda

PSSI dikabarkan tak lagi memprioritaskan pemain dari Belanda untuk naturalisasi. Empat talenta keturunan Indonesia berpotensi luput dari radar Timnas Garuda.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut