Profil Alvaro Arbeloa, Pelatih Real Madrid yang Baru

Alvaro Arbeloa
Sumber :
  • Real Madrid

VIVA – Real Madrid bergerak cepat usai memutus kerja sama dengan Xabi Alonso, Senin malam waktu setempat, 12 Januari 2026.

img_title Lamine Yamal Ukir Sejarah, 3 Kali Beruntun Raih Trofi Kopa, Penerus Lionel Messi?

Tak sampai satu jam berselang, Los Blancos langsung menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti. Mantan bek kanan itu naik kelas dari pelatih Castilla ke kursi panas tim utama, sebuah keputusan yang sarat makna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Arbeloa bukan sosok asing di internal Madrid. Ia sudah 5,5 tahun berada dalam sistem klub sejak kembali pada 2020, dimulai dari tim U-14, naik ke U-16, lalu tiga musim menangani U-19, sebelum akhirnya menggantikan Raul Gonzalez di Castilla musim panas lalu.

img_title Menang di Camp Nou, Mourinho Sebut Real Madrid Punya Modal Besar Rebut Gelar LaLiga

Namun, bukan hanya soal prestasi kepelatihan. Kedekatan Arbeloa dengan Presiden Florentino Perez menjadi faktor kunci.

Keduanya menjalin hubungan erat sejak Arbeloa masih berstatus pemain. Di mata Perez, Arbeloa adalah aset klub seseorang yang memahami Madrid dari dalam, dan setia pada garis ideologinya.

img_title Jadi Pahlawan Real Madrid di El Clasico, Mbappe Malah Tak Mau Disorot

Dalam lebih dari 200 laga bersama tim akademi, Arbeloa mencatat 151 kemenangan, sebuah rasio yang membuat namanya tak bisa diabaikan. Secara taktik, ia dikenal mengusung formasi 4-3-3.

Full-back diberi kebebasan naik tinggi melewati winger, permainan melebar menjadi senjata utama, dengan satu penyerang tengah klasik, sementara pemain sayap rajin menusuk ke dalam. Di lini tengah, hanya satu gelandang bertugas sebagai jangkar di depan pertahanan.

Tanpa bola, Arbeloa menuntut pressing tinggi. Filosofinya sederhana: merebut bola secepat mungkin dan menghukum lawan lewat transisi cepat. Gaya ini membuatnya kerap disandingkan dengan Jurgen Klopp, meski dalam versi yang lebih pragmatis.

Real Madrid memandang Arbeloa sebagai pelatih modern. Sejak masuk akademi, ia membawa standar profesionalisme lebih tinggi. Ia memanfaatkan teknologi secara intensif, bahkan kerap merekam sesi latihan menggunakan drone untuk analisis detail.

Arbeloa juga dikenal berani mengambil keputusan ekstrem di tengah laga demi mengubah arah pertandingan.

Namun, sisi lain yang paling mencolok adalah emosinya. Ia vokal, penuh gairah, dan tanpa ragu membela klub—termasuk dalam konflik panjang Madrid dengan perangkat wasit di Spanyol. Kepada pemain, pendekatannya sama kerasnya: menuntut, intens, dan terus memompa adrenalin.

Secara taktik, Arbeloa tak akan membawa revolusi instan. Struktur dasar permainannya relatif sejalan dengan konsep awal Xabi Alonso sebelum mengalami perubahan pada November lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perbedaan paling kentara justru terletak pada kepemimpinan. Jika Alonso dikenal tenang, dingin, dan analitis, Arbeloa hadir sebagai figur yang emosional, konfrontatif, dan penuh energi.

Di ruang ganti yang sempat lepas kendali, Real Madrid kini memilih bukan ide baru—melainkan karakter baru.

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026

Real Madrid dan Barcelona Raja Ballon d'Or, Harry Kane Bawa Bayern Munich Mendekat

Harry Kane mencatatkan sejarah dengan meraih penghargaan Ballon d'Or 2026. Penyerang Bayern Munich dan Timnas Inggris itu mengungguli Kylian Mbappe serta Lamine Yamal dal

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut