Alex Ferguson Murka ke Michael Carrick

Sir Alex Ferguson
Sumber :
  • sky sports

VIVA – Nama Michael Carrick kembali menjadi sorotan di Old Trafford, bukan hanya karena penunjukannya sebagai manajer interim Manchester United hingga akhir musim, tetapi juga karena jejak panjangnya di klub yang tak selalu berjalan mulus. 

img_title Hasil Everton vs Manchester United 2-2: Menang Sudah di Depan Mata, MU Kebobolan Menit 90+6

Di balik deretan trofi dan reputasi sebagai gelandang pendiam, Carrick pernah merasakan langsung sisi paling keras dari kepemimpinan Sir Alex Ferguson. Pengalaman itu menjadi bagian dari narasi panjang karier Carrick di United.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Carrick menikmati periode yang sangat sukses selama berseragam Setan Merah. Selama lebih dari satu dekade, ia mengoleksi 12 gelar utama, termasuk lima trofi Liga Inggris dan satu gelar Liga Champions pada 2008. Kehadirannya di lini tengah membantu menstabilkan tim yang sempat kehilangan figur sentral usai kepergian Roy Keane.

img_title Sedang Berlangsung, Ini Link Live Streaming Everton Vs Manchester United di Liga Inggris

PElatih Interim Manchester United, Michael Carrick

Photo :
  • manchestereveningnews

Berbeda dengan gelandang flamboyan, peran Carrick kerap bekerja dalam senyap. Ia bertugas menjaga keseimbangan permainan, mengatur tempo, dan memastikan aliran bola tetap rapi. Kontribusi semacam ini sering luput dari sorotan, meski sangat vital bagi struktur tim.

img_title Prediksi Everton Vs Manchester United di Liga Inggris: Setan Merah Punya Modal untuk Menang

Namun, ada satu momen ketika Carrick justru menjadi sasaran kemarahan Ferguson. Insiden tersebut terjadi pada final Piala Dunia Antarklub 2008 melawan LDU Quito. Laga berjalan tanpa gol hingga turun minum, dan Ferguson menilai permainan tim, khususnya distribusi bola Carrick tidak sesuai harapannya.

Dalam autobiografinya Between the Lines yang terbit pada 2018, Carrick mengisahkan bagaimana Ferguson meluapkan emosinya di ruang ganti. Sang manajer menuntut bola dimainkan lebih progresif, meski Carrick merasa sebagian besar umpannya sudah mengarah ke depan.

Carrick memilih tidak membalas atau membela diri. Ia menggambarkan dirinya tetap tenang di luar, meski menyimpan kekesalan. Situasi tersebut, menurutnya, adalah bagian dari dinamika bekerja di bawah sosok manajer dengan standar ekstrem seperti Ferguson.

United akhirnya keluar sebagai juara dunia setelah menang 1-0 di babak kedua. Wayne Rooney menjadi pencetak gol penentu, meski tim harus bermain dengan sepuluh orang akibat kartu merah Nemanja Vidic. Trofi itu melengkapi musim gemilang Carrick bersama klub.

Kemarahan Ferguson terhadap Carrick tergolong jarang. Dari total 464 penampilan Carrick di United, 319 di antaranya terjadi di bawah arahan Ferguson. Sejak didatangkan dari Tottenham Hotspur pada 2006, sang manajer memang sudah yakin Carrick akan sukses di Old Trafford.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ferguson pernah menyoroti karakter Carrick sebagai faktor utama. Keputusan Carrick meninggalkan rumah pada usia 16 tahun untuk bergabung dengan West Ham dinilai sebagai bukti kepercayaan diri dan mentalitas kuat, dua hal yang sangat dihargai di United.

Setelah gantung sepatu pada 2018, Carrick langsung masuk ke dunia kepelatihan. Ia menjadi bagian dari staf Jose Mourinho, lalu bertahan di era Ole Gunnar Solskjaer. Carrick meninggalkan klub setelah penunjukan Ralf Rangnick, sebelum melanjutkan karier sebagai manajer Middlesbrough pada Oktober 2022 hingga akhir musim lalu.

Pelatih Everton, David Moyes

Pelatih Everton David Moyes Sebut Manchester United Memalukan

David Moyes mengkritik proses gol pertama Manchester United usai Everton menahan imbang Red Devils 2-2. Lini pertahanan United kembali gagal pertahankan keunggulan.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut