Terungkap! Bukan Kekalahan dari Barcelona Sebab Xabi Alonso DIpecat

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso
Sumber :
  • ANTARA/Xinhua/Gustavo Valiente/aa.

VIVA – Kekalahan Real Madrid dari Barcelona di final Piala Super Spanyol sempat dianggap sebagai akhir perjalanan Xabi Alonso bersama Los Blancos. Tak lama setelah laga tersebut, Alonso resmi dipecat, keputusan yang mengejutkan banyak pihak.

img_title Menang di Camp Nou, Mourinho Sebut Real Madrid Punya Modal Besar Rebut Gelar LaLiga

Pasalnya, sebelum final itu, Real Madrid baru saja meraih kemenangan besar atas Atletico Madrid di semifinal. Hasil tersebut semula diyakini menjadi momen kebangkitan Alonso dan mengembalikan kepercayaan manajemen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun laporan MARCA mengungkap fakta berbeda. Justru laga melawan Atletico Madrid itulah yang membuat Florentino Perez dan jajaran direksi mulai kehilangan keyakinan terhadap kemampuan Alonso.

img_title Jadi Pahlawan Real Madrid di El Clasico, Mbappe Malah Tak Mau Disorot

Kemenangan derby tersebut ternyata sama sekali tidak dirayakan di internal klub. Presiden Real Madrid dan petinggi klub disebut sangat tidak puas dengan pendekatan taktik Alonso saat menghadapi Atletico.

Dalam laga itu, Real Madrid tampil terlalu defensif. Mereka memilih bertahan dalam dan mengandalkan momentum dari gol cepat Federico Valverde lewat tendangan bebas.

img_title Alasan Hansi Flick setelah Barcelona Dilibas Real Madrid

Statistik pun berbicara: penguasaan bola di bawah 50 persen, jumlah tembakan jauh lebih sedikit dibanding Atletico, serta hanya meraih satu sepak pojok sepanjang pertandingan.

Para petinggi klub menilai pendekatan tersebut sebagai cerminan keterbatasan Alonso dalam mengembangkan permainan.

Keputusan untuk meninggalkan skema serangan terorganisir dianggap mengecewakan dan tidak mencerminkan filosofi Real Madrid.

Tak hanya itu, Alonso juga menginstruksikan tim untuk bergantung pada umpan-umpan panjang Thibaut Courtois ke Jude Bellingham dan Gonzalo Garcia.

Kiper asal Belgia itu tercatat melepas lebih dari 40 long ball, namun hanya sedikit yang efektif menembus pertahanan Atletico Madrid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Strategi tersebut justru membuat Atletico lebih leluasa menguasai permainan. Ditambah dengan pola bertahan terlalu dalam yang kembali terulang saat menghadapi Barcelona, kepercayaan manajemen terhadap Alonso pun kian menipis.

Akhirnya, rangkaian keputusan taktik tersebut diyakini menjadi faktor utama yang mengakhiri masa jabatan Xabi Alonso sebagai pelatih utama Real Madrid, meski statusnya sebagai legenda klub tak terbantahkan.

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026

Real Madrid dan Barcelona Raja Ballon d'Or, Harry Kane Bawa Bayern Munich Mendekat

Harry Kane mencatatkan sejarah dengan meraih penghargaan Ballon d'Or 2026. Penyerang Bayern Munich dan Timnas Inggris itu mengungguli Kylian Mbappe serta Lamine Yamal dal

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut