Tottenham Terpuruk, Thomas Frank: Ini Bukan Tentang Saya, Tapi Tim
- Tottenham Hotspurs
VIVA – Posisi Thomas Frank di Tottenham Hotspur tengah berada di bawah sorotan tajam. Kekalahan 1-2 di kandang dari West Ham United, tim yang sedang berjuang keluar dari zona bawah, memperdalam krisis hasil Spurs di Liga Inggris dan memicu gelombang kritik dari publik London utara.
Hasil itu membuat Tottenham terperosok ke peringkat ke-14 klasemen Premier League. Dari 11 laga kandang musim ini, Spurs baru mengumpulkan sembilan poin, rekor yang hanya lebih buruk dari West Ham sendiri dan Wolverhampton Wanderers. Dalam konteks itu, spekulasi soal masa depan Frank menjadi tak terelakkan.
Meski demikian, Tottenham belum mengambil langkah ekstrem. Klub memilih mempertahankan Frank setidaknya untuk laga penting Liga Champions melawan Borussia Dortmund.
Manchester United vs Tottenham Hotspur di final Liga Europa
- AP Photo/Miguel Oses
Keputusan itu tidak berdiri di ruang hampa. Di tengah performa domestik yang goyah, Spurs justru berada di jalur yang relatif aman di Eropa, hanya terpaut satu poin dari posisi delapan besar yang menjamin tiket otomatis ke babak 16 besar.
Frank mengungkapkan dirinya telah bertemu jajaran manajemen puncak Tottenham. CEO Vinai Venkatesham, direktur olahraga Johan Lange, serta Nick Beucher hadir dalam pertemuan tersebut.
Frank menilai pertemuan itu sebagai sinyal kepercayaan, bukan formalitas di tengah tekanan. Ia bahkan menyebut hiruk-pikuk spekulasi pemecatan sebagai bagian dari “sirkus media”.
“Kami berbincang dengan baik tentang kehidupan, sepak bola, dan masa depan klub,” ujar Frank dikutip dari Sports Illustrated.
Baginya, sikap manajemen justru menunjukkan stabilitas di saat situasi sulit. “Biasanya, ketika ada cuaca buruk, orang-orang akan menjauh. Mereka tidak, datang dan duduk santai untuk makan siang,” lanjutnya.
Di balik pembelaan terhadap posisinya, Frank berulang kali menekankan bahwa fokus utamanya bukan keselamatan pribadi. “Selama kami memenangkan pertandingan dan memenangkan cukup banyak laga, semua orang akan mendukung kami. Ini bukan tentang saya. Ini tentang tim dan para pemain,” katanya.
Frank kemudian berbicara tentang ketahanan, bukan semata taktik. Menurutnya, fondasi pertama adalah nilai-nilai pribadi.
“Saya mendengarkan sesuatu beberapa hari lalu. Tiga hal terpenting untuk menunjukkan ketahanan adalah, pertama, memiliki nilai-nilai yang baik,” kata Frank.