AFC Ultimatum FAM Usai Mundur Berjamaah

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM)
Sumber :
  • IST

VIVA – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberikan peringatan keras kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

img_title Terpopuler: Pemain dari Klub Belgia Masuk Radar Naturalisasi, AFC Puji Jay Idzes Jelang Piala Asia 2027

AFC menegaskan, pengunduran diri massal pengurus tanpa dibarengi reformasi tata kelola organisasi tidak akan menyelesaikan masalah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor John, menekankan bahwa pihaknya tidak pernah meminta seluruh anggota Komite Eksekutif (Exco) FAM untuk mundur secara kolektif.

img_title Bisa Main di 3 Posisi, Taisei Marukawa Berpotensi Gusur Egy Maulana hingga Beckham Putra di Timnas Indonesia

Menurutnya, langkah tersebut tidak akan berdampak apa pun jika tidak disertai pembenahan manajemen dan birokrasi.

“Kami tidak memaksa siapa pun. Kami hanya menyampaikan hal-hal itu. Mereka sendiri yang harus mengambil keputusan,” ujar Windsor kepada Timesport, seperti dikutip New Straits Times, Kamis, 22 Januari 2026.

img_title AFC Disebut Konfederasi Terburuk, Romain Molina Singgung Dugaan Skandal Pelecehan Seksual hingga Pemerasan

Windsor bahkan menilai pengunduran diri tanpa reformasi justru menjadi langkah sia-sia. “Mengundurkan diri hanya demi mengundurkan diri? Lebih baik Anda tidak mengundurkan diri,” katanya menegaskan.

AFC, lanjut Windsor, memiliki sikap tegas bahwa reformasi tata kelola harus menjadi satu paket dengan pengunduran diri pengurus serta pelaksanaan pemilihan umum di tubuh FAM. Terlebih, federasi sepak bola Malaysia itu saat ini masih berada dalam pengawasan ketat FIFA.

“Mereka mungkin sedang mempertimbangkan tindakan dari FIFA, termasuk sanksi sekecil apa pun hingga skorsing, jika kasus ini tidak ditangani dengan benar,” ujarnya.

Menurut Windsor, FAM kini berada di persimpangan jalan. Opsi pertama adalah melakukan reformasi birokrasi secara mandiri dari dalam organisasi. Opsi kedua, membiarkan FIFA turun tangan dengan membentuk Komite Normalisasi.

“Dalam organisasi mana pun, Anda selalu punya dua pilihan. Perubahan dipaksakan kepada Anda, atau Anda mengubahnya sendiri,” kata pria kelahiran Kedah, Malaysia, tersebut.

Windsor kembali mengingatkan, jika FAM memilih bertahan tanpa melakukan pembenahan, maka risiko sanksi pembekuan dari FIFA semakin nyata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ancaman sanksi berat ini muncul setelah FAM terbukti melakukan pemalsuan dokumen terhadap tujuh pemain naturalisasi. Meski telah dijatuhi denda dan hukuman oleh FIFA, FAM memilih mengajukan banding.

Namun, banding tersebut ditolak FIFA. Tak puas, FAM kembali melawan dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS), langkah yang disebut-sebut membuat FIFA semakin gerah.
 

Mariano Peralta.

AFC Resmi Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Tembus 5 Besar Asia, Salip Malaysia hingga Korea Selatan

Indonesia menembus lima besar poin klub AFC musim 2026/2027, mengungguli Korea Selatan dan Malaysia berkat kiprah Persib Bandung serta Borneo FC di ajang Asia.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut