Sepp Blatter Dukung Boikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikat

Eks Presiden FIFA, Joao Havelange dan Sepp Blatter
Sumber :

VIVA – Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, menyatakan dukungannya terhadap seruan boikot Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat. Blatter menilai situasi keamanan di Negeri Paman Sam saat ini menjadi alasan serius untuk dipertanyakan.

img_title AFC Resmi Dukung Gianni Infantino Lanjut Jadi Presiden FIFA, Persaingan Makin Panas

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, sorotan tajam diarahkan khusus ke Amerika Serikat menyusul berbagai isu keamanan yang mencuat belakangan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Blatter secara terbuka mendukung pandangan pengacara antikorupsi Mark Pieth, sosok yang pernah bekerja sama dengannya di FIFA. Dalam wawancara terpisah, Pieth menyebut kondisi keamanan di Amerika Serikat dapat membuat para suporter merasa ragu dan tidak aman untuk datang langsung ke stadion.

img_title Gianni Infantino Pamer Dukungan dari Prabowo dan PSSI Lanjut Jadi Presiden FIFA

“Saya rasa Mark Pieth benar mempertanyakan Piala Dunia kali ini,” ujar Blatter melalui unggahan di akun media sosial pribadinya.

Sebelumnya, Pieth bahkan secara tegas menyerukan para penggemar sepak bola untuk menghindari Amerika Serikat. Ia menilai situasi di negara tersebut tengah tidak kondusif.

img_title Eks Ajax hingga PSG Masuk Daftar, 4 Pemain Keturunan Ini Terkendala Gabung Timnas Indonesia

“Bagi para suporter, hanya ada satu nasihat: jauhi Amerika Serikat,” kata Pieth.

Dalam wawancara dengan media Swiss, Tages-Anzeiger, Pieth juga menyinggung insiden penembakan terhadap demonstran di Minnesota oleh agen federal Amerika Serikat. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya risiko keamanan bagi pengunjung asing.

Tak hanya itu, Pieth mengingatkan bahwa suporter dari luar negeri berpotensi menghadapi ancaman deportasi apabila dianggap tidak mematuhi aturan atau berperilaku tidak sesuai dengan otoritas setempat selama berada di Amerika Serikat.

Sepp Blatter sendiri mengundurkan diri dari jabatan Presiden FIFA pada 2015 di tengah badai skandal yang mengguncang federasi sepak bola dunia. Posisinya kemudian digantikan oleh Gianni Infantino, yang masih menjabat hingga saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada tahun lalu, Blatter bersama mantan Presiden UEFA, Michel Platini, dinyatakan bebas secara definitif dari tuduhan keterlambatan pembayaran sebesar 1,8 juta euro yang dilakukan FIFA kepada Platini pada 2011.

Platini belakangan juga melontarkan kritik keras terhadap Infantino, yang ia sebut sebagai sosok otokrat dengan kedekatan terhadap figur-figur kaya dan berkuasa, termasuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Logo AFC

Dibahas di Kongres Luar Biasa AFC, Piala Asia Berubah Jadi Tahun Genap, Apa Dampaknya bagi Sepak Bola Asia?

AFC resmi mengubah siklus Piala Asia menjadi tahun genap mulai 2032. Simak alasan perubahan, dampaknya bagi sepak bola Asia, serta potensi penundaan edisi 2027 di Arab

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut