Timnas Futsal Indonesia Jadi Juara Grup A, Target Semifinal Piala Asia

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto
Sumber :
  • ANTARA/RAUF ADIPATI

Jakarta, VIVA – Timnas futsal Indonesia berhasil mengamankan tiket ke perempat final Piala Asia Futsal 2026 sebagai juara Grup A setelah bermain imbang 1-1 melawan Timnas Irak di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu 31 Januari 2026.

img_title Indonesia Takluk 0-3 dari O Parrulo, David Novoa jadi Mimpi Buruk Timnas Futsal

Indonesia unggul lebih dulu melalui gol Samuel Eko, sebelum kiper Irak Haedr Majed menyamakan kedudukan pada babak kedua. Hasil ini memastikan Indonesia menyelesaikan fase grup dengan tujuh poin dan selisih delapan gol, unggul dari Irak yang memiliki selisih empat gol.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto menegaskan ambisinya untuk membawa skuad Garuda ke semifinal Piala Asia untuk pertama kalinya.

img_title Indonesia Diisukan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028, FFI Akhirnya Buka Suara soal Kabar dari FIFA

“Langkah selanjutnya. Target selanjutnya tentu saja berusaha untuk lolos ke semifinal untuk pertama kalinya. Inilah yang saya katakan kemarin, para pemain mengukir sejarah. Dengan bantuan para pelatih dan klub mereka yang mendukung mereka sepanjang tahun,” kata Souto seusai pertandingan dilansir dari Antara.

Timnas Futsal Indonesia vs Irak 1-1

Photo :
  • Instagram/timnasfutsal

img_title Daftar 20 Pemain Timnas Futsal Indonesia untuk TC Spanyol Resmi Dirilis, 6 Nama Dicoret Hector Souto

Pada perempat final yang akan digelar Selasa (3/1), Indonesia akan menghadapi rival tradisional Vietnam. Menurut Souto, kali ini justru tekanan ada pada lawan yang sudah lebih berpengalaman di turnamen AFC. “Kami tidak punya apa-apa untuk kehilangan. Jika ada yang merasakan tekanan, itu Vietnam karena mereka sudah beberapa kali ke semifinal,” ujarnya.

Meski sempat digambarkan bermain lebih bertahan pada babak kedua, Souto menekankan bahwa timnya tetap mengutamakan permainan menyerang saat menghadapi situasi empat melawan empat.

“Kami bermain bertahan hanya saat mereka menerapkan power play, karena mereka mengejar peringkat pertama grup. Kami ingin mengamankan posisi pertama grup karena jarang Indonesia mendapatkannya di kejuaraan Asia,” jelas pelatih asal Spanyol itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Souto menilai anak asuhnya mampu membatasi ancaman Irak dengan disiplin. Gol yang bersarang ke gawang Indonesia menurutnya terjadi akibat kesalahan sendiri. “Kami terlalu turun ke dalam. Itu sedikit bodoh dan harus kami pelajari,” kata Souto.

Pelatih berusia 44 tahun itu juga menyebut strategi bertahan di area 12 meter sebagai langkah untuk mengantisipasi anchor lawan yang terlalu jauh. Timnas Indonesia menunggu momen yang tepat untuk menekan dan memanfaatkan peluang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut