Lamine Yamal Bikin Pengakuan Mengejutkan
- Getty Images
VIVA – Lamine Yamal kembali mencuri perhatian publik sepak bola dunia. Wonderkid Barcelona itu membuat pernyataan besar soal masa depannya dengan menegaskan keinginannya bertahan di Camp Nou sepanjang karier dan menjadi pemain satu klub.
Pernyataan tersebut langsung menggetarkan jagat Blaugrana. Di usia yang masih sangat belia, Yamal sudah berbicara layaknya legenda hidup Barcelona.
“Saya berharap bisa bertahan di sini selamanya, di tempat di mana saya menikmati setiap hari, di klub terbaik dan kota terbaik di dunia,” ujar Yamal saat menghadiri 78th Mundo Deportivo Gala.
Tak berhenti di situ, pemain jebolan akademi La Masia itu juga menegaskan ambisinya menjadi legenda klub.
“Saya ingin bertahan di Barca selamanya. Saya ingin menjadi legenda,” katanya.
Yamal memang bukan talenta biasa. Seperti Lionel Messi, ia lahir dari rahim La Masia dan melakukan debut tim utama pada usia 15 tahun. Sejak itu, rekor demi rekor terus ia patahkan.
Di usia 18 tahun, Yamal sudah mencatatkan lebih dari 100 penampilan bersama Barcelona dengan torehan 38 gol. Koleksi trofinya pun tak main-main: gelar La Liga, Euro Championship, serta 23 caps bersama Timnas Spanyol.
Barcelona bergerak cepat mengamankan aset berharganya. Kontrak jangka panjang disodorkan, nomor keramat 10 disematkan di punggungnya—sebuah sinyal kuat bahwa Yamal diproyeksikan sebagai wajah baru era Blaugrana.
Pada ajang Mundo Deportivo Gala, Yamal bahkan diperkenalkan sebagai “salah satu pemain terbaik dunia”. Ia finis runner-up Ballon d’Or 2025, pencapaian luar biasa bagi pemain seusianya.
Meski demikian, Yamal menolak cepat puas. Ia menegaskan target besarnya masih ada di depan mata.
“Momen terbaik saya musim ini? Yang terbaik belum datang. Hal terpenting masih akan terjadi,” tegasnya.
Mentalitas tersebut membuatnya kerap disandingkan dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo—dua ikon yang dikenal tak pernah berhenti mengejar kesempurnaan.
Di atas lapangan, kepercayaan diri Yamal juga tengah berada di puncak. Ia mencetak gol dalam tiga laga beruntun kontra Real Oviedo, FC Copenhagen, dan Elche. Salah satunya lewat tendangan voli spektakuler yang langsung viral.