Respons Persija soal Sebutan Anak Papa dan APBD FC

Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca
Sumber :
  • VIVA / Robbi Yanto

VIVA – Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, akhirnya angkat bicara setelah timnya ramai diledek netizen dengan sebutan “Anak Papa” hingga “APBD FC” di media sosial.

img_title Baru Selesai Pekan Keenam, 4 Pelatih Sudah Jadi Korban Kekejaman Super League

Prapanca mengaku cukup terganggu dengan julukan tersebut. Namun ia juga menyadari komentar di media sosial sering kali datang tanpa batas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Memang agak risih juga dengarnya. Saya tidak tahu apakah itu provokator atau siapa. Mungkin karena di media sosial jadi orang bebas komentar apa saja,” kata Prapanca di Jakarta, Selasa 10 Maret 2026.

img_title Usai Dihancurkan Persija 5-1, Arema FC Resmi Pecat Marcos Santos

Julukan “Anak Papa” sendiri dianggap sebagai sindiran bahwa Persija mendapat “jalur mulus” menuju gelar juara karena dukungan pihak eksternal. Sementara sebutan “APBD FC” muncul karena klub ibu kota itu mendapat banyak sponsor dari perusahaan BUMD milik Pemprov DKI Jakarta.

Menanggapi tudingan tersebut, Prapanca menegaskan kerja sama yang terjadi bukanlah pemberian cuma-cuma.

img_title Prediksi 26 Pemain Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk FIFA Matchday November 2026

Ia menjelaskan kolaborasi itu bermula setelah Gubernur Jakarta ingin memperkuat hubungan antara kota dan klub kebanggaannya.

“Ini kolaborasi dengan Pak Gubernur. Ketika beliau dilantik, beliau ingin Jakarta lebih Persija. Setelah itu saya dipanggil untuk membahas apa saja yang bisa dikerjakan bersama,” ujarnya.

Menurut Prapanca, sejumlah perusahaan BUMD kemudian dipilih untuk menjalin kerja sama dengan Persija. Namun manajemen klub tetap harus bekerja secara profesional untuk menjalankan berbagai program kolaborasi tersebut.

“Tidak ada yang diberikan cuma-cuma. Manajemen tetap harus membuat konten atau kerja sama dengan perusahaan-perusahaan itu dan semuanya diawasi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, menilai ejekan seperti itu sebenarnya bukan hal baru bagi Macan Kemayoran.

Legenda Persija yang akrab disapa Bepe itu mengaku sudah mendengar sebutan “Anak Papa” sejak masih aktif bermain pada era 2000-an.

“Sebutan itu sudah saya dengar sejak dulu. Kita tidak bisa mengatur orang lain mau bicara apa. Sebagai pemain dulu, fokus saya hanya di lapangan,” ujar Bepe.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia pun meminta tim tidak terlalu memusingkan komentar warganet dan tetap fokus mengejar target juara musim ini.

Menurut Bepe, performa para pemain sejauh ini sudah cukup memuaskan karena tampil agresif baik saat bermain kandang maupun tandang. Namun ia mengakui Persija masih perlu memperbaiki konsistensi setelah kehilangan poin di beberapa laga penting.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut