Rizky Ridho Ungkap Perbedaan Latihan Era John Herdman

Bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Elkan Baggott
Sumber :
  • Instagram/timnasindonesia

Jakarta, VIVA – Waktu menjadi tantangan pertama John Herdman bersama Timnas Indonesi, usai ditunjuk sebagai pelatih baru ia langsung dihadapkan pada ajang FIFA Series 2026, Herdman hanya memiliki waktu persiapan yang sangat singkat, sementara skuad belum sepenuhnya lengkap.

img_title Bakal Debut di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Asal Usul Darah Indonesia Luke Vickery dan Dion Markx

Dalam situasi seperti ini, sebagian pelatih biasanya memilih fokus pada pematangan taktik. Herdman melakukan hal tersebut, tetapi tidak hanya berhenti di sana. Ia juga langsung membangun struktur permainan, identitas tim, hingga intensitas latihan dalam waktu yang bersamaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami bekerja secara taktis hari ini. Waktunya sangat singkat,” kata Herdman di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta.

img_title Update 12 Pemain Super League Dipanggil John Herdman untuk Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Keterbatasan waktu membuat Herdman harus mengubah pola kerja. Materi taktik tidak hanya diberikan di lapangan, tetapi sudah dibagikan kepada para pemain bahkan sebelum mereka datang ke pemusatan latihan. Dengan begitu, saat pemain bergabung, mereka tinggal memahami peran dan langsung masuk ke skema permainan.

“Para pemain juga sudah menerima informasi mengenai sistem dan taktik sebelum mereka masuk ke pemusatan latihan,” ujarnya.

img_title Selamat Tinggal Striker Lokal, Era Timnas Indonesia di Tangan John Herdman Sudah Berubah

Situasi menjadi semakin menantang karena para pemain datang dari klub dan kompetisi yang berbeda-beda, dengan kondisi fisik dan intensitas permainan yang tidak sama. Di level sepak bola internasional, kondisi seperti ini merupakan hal yang biasa, namun tetap menjadi tantangan bagi pelatih baru.

“Seperti yang kita tahu, saat ini kami belum punya skuad lengkap 24 pemain. Ya, itu hal normal dalam sepak bola internasional. Pemain datang dengan level dan intensitas yang berbeda-beda,” kata Herdman.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Herdman tidak hanya mengandalkan pemain, tetapi juga membangun tim dari belakang layar. Ia membawa staf pelatih dari berbagai negara untuk mempercepat proses adaptasi dan pembentukan sistem permainan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Herdman, stafnya memiliki pengalaman panjang dalam menyusun struktur tim dan sistem permainan, sehingga diharapkan bisa membantu menutup kekurangan waktu persiapan yang sangat sempit.

“Staf kami, banyak yang punya pengalaman 20 tahun dalam menyusun sistem dan struktur untuk menutup celah-celah tersebut. Jendela waktu dua hari ini memang ketat. Kami harus bekerja secara taktis dengan sangat cepat,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut