Arsenal Juara Liga Inggris, Tottenham Terancam Degradasi

Chelsea Vs Tottenham
Sumber :
  • Reuters/Peter Cziborra

VIVA – Nasib berbeda dialami dua tim London. Di saat Arsenal berhasil menjadi juara Liga Inggris 2025/ 2026, Tottenham Hotspur berada di ujung tanduk usai kalah 1-2 dari Chelsea. Kekalahan itu membuat nasib Spurs untuk bertahan di Premier League harus ditentukan hingga pekan terakhir musim ini.

img_title Tragis, Arsenal Sang Juara Premier League Ditendang Klub Tak Terkenal dari Piala Liga Inggris

Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, bahkan menyebut laga kontra Everton pada akhir pekan nanti jauh lebih penting dibanding final Liga Europa musim lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Spurs memang masih unggul dua poin dari zona degradasi. Namun hasil buruk di Stamford Bridge membuka peluang West Ham untuk menyalip dan membuat persaingan lolos dari jurang degradasi semakin panas.

img_title Klasemen Premier League Pekan ke-8: Arsenal Pepet Man City, Liverpool Panaskan Persaingan Empat Besar

Kini, Tottenham wajib meraih hasil aman saat menjamu Everton pada laga terakhir. Jika kalah, Spurs berpotensi turun kasta ke Championship.

“Fokus saya sekarang adalah pertandingan berikutnya dan bagaimana caranya mendapatkan poin. Karena Minggu nanti adalah final sesungguhnya untuk Tottenham, bukan final Liga Europa di Bilbao melawan Manchester United,” ujar De Zerbi usai pertandingan.

img_title Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dipermalukan Bournemouth 3-0 di Old Trafford

Menurut juru taktik asal Italia itu, menjaga martabat dan sejarah klub jauh lebih penting daripada sekadar memburu trofi.

“Musim lalu mereka bermain untuk trofi, sekarang kami bermain untuk sesuatu yang lebih penting dari trofi,” katanya.

“Pride, sejarah klub, dan harga diri jauh lebih penting. Trofi bisa dimenangkan atau hilang, hidup tetap berjalan. Tapi menjaga harga diri klub adalah hal utama,” lanjut De Zerbi.

Dalam laga melawan Chelsea, Tottenham sebenarnya sempat dibuat frustrasi dengan keputusan wasit. Bek Spurs, Micky van de Ven, terlihat dijatuhkan Marc Cucurella di kotak penalti. Namun VAR memutuskan tidak ada penalti karena bola dianggap belum aktif saat insiden terjadi.

Premier League Match Centre kemudian menjelaskan keputusan tersebut sudah diperiksa VAR dan dinyatakan benar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, De Zerbi memilih tak larut memperdebatkan keputusan wasit. Ia meminta timnya tetap fokus menghadapi duel hidup-mati kontra Everton.

“Kalau kami terus membahas penalti atau keputusan wasit, kami hanya akan kehilangan fokus dan energi,” ujar De Zerbi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut