Kisah Legendaris: Tragedi Paling Mengerikan di Piala Dunia

Bek timnas Kolombia, Andres Escobar
Sumber :
  • YouTube

VIVA – Melalui Kisah Legendaris, VIVA Sport mengajak pembaca bernostalgia dengan berbagai cerita timeless dari dunia olahraga, mulai dari rivalitas panas, perjuangan atlet, hingga momen menarik yang mengubah sejarah

img_title FIFA Siap Suntik Dana Rp114 Triliun, Tiap Asosiasi Bisa Dapat Rp450 Miliar

Sebuah momen mengerikan terjadi setelah Piala Dunia 1994. Seorang pesepak bola ditembak mati hanya karena sebuah gol bunuh diri di lapangan. Tragedi kelam itu menimpa Andres Escobar, bek timnas Kolombia yang hingga kini namanya dikenang sebagai simbol paling tragis dalam sejarah sepak bola dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kala itu, Kolombia datang ke Piala Dunia Amerika Serikat dengan penuh kepercayaan diri. Generasi emas yang dihuni nama-nama besar seperti Carlos Valderrama hingga Faustino Asprilla bahkan disebut-sebut sebagai kandidat kuat juara dunia setelah tampil luar biasa di babak kualifikasi.

img_title Belum Puas Bikin Sejarah, Emil Audero Kini Bidik Mimpi Terbesar Timnas Indonesia

Namun harapan besar itu berubah menjadi mimpi buruk saat Kolombia menghadapi tuan rumah Amerika Serikat di fase grup.

Dalam situasi krusial, Escobar berusaha memotong umpan silang lawan. Sayangnya, bola justru meluncur masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut membuat Kolombia kalah 1-2 dan akhirnya tersingkir lebih cepat dari turnamen.

img_title Media Vietnam Soroti Rencana Timnas Indonesia Naturalisasi Hampir Selusin Pemain Baru untuk Piala Dunia 2030

Satu momen itu langsung menghantui Escobar. Meski dihantam kritik dan tekanan besar, bek yang dikenal ramah dan tenang tersebut tetap mencoba tegar. Bahkan sebelum kembali ke negaranya, Escobar sempat menulis pesan menyentuh untuk rakyat Kolombia.

“Hidup tidak berakhir di sini,” tulisnya kala itu.

Namun beberapa hari setelah kembali ke Medellin, tragedi besar benar-benar terjadi. Escobar pergi ke sebuah klub malam bersama teman-temannya. Di lokasi tersebut, ia mendapat ejekan terkait gol bunuh dirinya di Piala Dunia. Situasi kemudian memanas hingga berujung pertengkaran.

Tak lama setelah keluar dari tempat itu, Escobar ditembak berkali-kali di area parkir. Ia meninggal dunia pada 2 Juli 1994 di usia 27 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kematian Escobar langsung mengguncang dunia sepak bola. Banyak pihak percaya tragedi tersebut berkaitan dengan kekalahan Kolombia di Piala Dunia yang membuat para bandar judi dan kelompok kriminal kehilangan banyak uang.

Saat itu, Kolombia memang sedang berada dalam bayang-bayang kekerasan kartel narkoba yang memiliki pengaruh besar di berbagai aspek kehidupan, termasuk sepak bola.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut