Afrika Selatan Main dengan Sembilan Pemain, Hugo Broos Semprot Keputusan Wasit

Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos
Sumber :
  • Alfredo ESTRELLA / AFP

VIVA – Pelatih Timnas Afrika Selatan Hugo Broos menyayangkan keputusan wasit yang membuat timnya harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain saat kalah 0-2 dari Meksiko pada laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 di Estadio Azteca, Jumat. Menurutnya, situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyulitkan timnya untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan.

img_title FIFA Siap Suntik Dana Rp114 Triliun, Tiap Asosiasi Bisa Dapat Rp450 Miliar

Afrika Selatan kehilangan dua pemain dalam pertandingan tersebut setelah Sphephelo Sithole dan Themba Zwane sama-sama menerima kartu merah langsung. Bermain dengan sembilan orang membuat Bafana Bafana kesulitan menghadapi tekanan tuan rumah hingga akhirnya menelan kekalahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sedikit disayangkan kami harus mengakhiri pertandingan ini dengan sembilan pemain,” ujar Broos seperti dikutip dari BBC, Jumat.

img_title Belum Puas Bikin Sejarah, Emil Audero Kini Bidik Mimpi Terbesar Timnas Indonesia

Penyerang Meksiko Raul Jimenez merayakan gol ke gawang Afrika Selatan

Photo :
  • Yuri CORTEZ / AFP

Pelatih asal Belgia itu mengaku tidak banyak mempermasalahkan kartu merah pertama yang diterima Sithole. Namun, ia mempertanyakan keputusan wasit yang mengganjar Zwane dengan kartu merah kedua untuk Afrika Selatan.

img_title Dorong Ekspansi Produk Indonesia ke Pasar Afrika, KJRI Cape Town Fasilitasi Kerja Sama iCLEAN–Arushvest Capital

“Untuk kartu merah pertama saya rasa tidak banyak yang perlu dikatakan. Namun, untuk kartu merah kedua, menurut saya pemain Meksiko menghalangi pemain kami. Situasi seperti itu bisa saja terjadi, tetapi wasit mengambil keputusan yang berbeda,” kata Broos.

Kartu merah pertama diberikan kepada Sithole pada awal babak kedua setelah dianggap menggagalkan peluang mencetak gol pemain Meksiko. Sementara itu, Zwane diusir keluar lapangan pada menit-menit akhir setelah tinjauan VAR menunjukkan adanya pelanggaran terhadap pemain lawan.

Meski kecewa dengan keputusan wasit, Broos tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya. Ia menilai Afrika Selatan mampu memberikan perlawanan yang cukup baik, terutama saat menghadapi tekanan Meksiko yang mendapat dukungan penuh puluhan ribu suporter di Estadio Azteca.

Menurut Broos, tim tuan rumah tidak selalu mampu menemukan celah untuk membongkar pertahanan Afrika Selatan sepanjang pertandingan berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya pikir tim saya memainkan pertandingan yang bagus. Pada beberapa momen, Meksiko bahkan terlihat kesulitan menemukan ruang. Secara keseluruhan kami tampil cukup baik,” ujarnya.

Namun demikian, Broos mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi sebelum pertandingan berikutnya. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kualitas permainan saat tim menguasai bola.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut