Pantaskah Kylian Mbappe Disebut GOAT Piala Dunia?

Pemain Timnas Prancis, Kylian Mbappe
Sumber :
  • REUTERS/Jeenah Moon

VIVA – Kylian Mbappe tengah berada di persimpangan menarik dalam kariernya. Di tengah kabar miring dari sebagian suporter Real Madrid, penyerang berusia 27 tahun itu justru bersiap mencatat tonggak bersejarah bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026.

img_title Prancis Bersiap Hadapi Gelombang Demonstrasi Baru, Macron Perketat Pengamanan

Mbappe hanya membutuhkan satu pertandingan lagi untuk menggenapkan 100 penampilan bersama Les Bleus. Catatan itu berpeluang tercipta saat Prancis menghadapi Irak pada laga Grup I, Senin waktu setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika tampil, Mbappe akan menjadi pemain termuda yang mencapai 100 caps bersama Timnas Prancis. Sebelumnya, rekor tersebut dipegang Patrick Vieira yang menembus angka tersebut pada usia 30 tahun pada 2007. Hingga kini, baru sembilan pemain yang berhasil mencatatkan 100 pertandingan bersama Les Bleus.

img_title Serikat Pekerja Umumkan Mogok Nasional, Prancis Tutup Museum dan Pusat Kebudayaan

Makin Dekat dengan Rekor Piala Dunia

Catatan 100 caps mungkin hanya satu dari sekian banyak pencapaian Mbappe. Sebab, bintang Real Madrid itu kini sudah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Prancis, termasuk di ajang Piala Dunia.

img_title Prancis Larang Seluruh Demo pada 24 Oktober, Aturan Jam Malam Berubah-Transportasi Umum Dihentikan

Ketajaman Mbappe juga membuatnya semakin dekat dengan rekor Miroslav Klose sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia. Tambahan tiga gol lagi bisa membuatnya melampaui legenda Jerman tersebut dan naik ke posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.

Tak heran jika perdebatan soal status Mbappe sebagai pemain terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia atau GOAT (Greatest of All Time) mulai mengemuka.

Mbappe sudah menunjukkan kualitas luar biasa sejak usia muda. Pada Piala Dunia 2018, ia menjadi salah satu aktor utama keberhasilan Prancis menjadi juara dunia.

Saat masih berusia 19 tahun, Mbappe membawa Les Bleus mengangkat trofi dengan kontribusi lima gol dan assist. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi ketika Prancis mengalahkan Argentina 4-3 di babak 16 besar.

Golnya ke gawang Kroasia di final membuat Mbappe menjadi remaja kedua yang mampu mencetak gol di partai puncak Piala Dunia setelah Pele.

Empat tahun berselang, Mbappe kembali mencuri perhatian. Meski gagal membawa Prancis juara di Qatar 2022, ia sukses mencetak hattrick di final melawan Argentina dan merebut Sepatu Emas.

Kini, koleksi golnya di Piala Dunia telah mencapai 14 gol, menyamai Gerd Muller dan melampaui Just Fontaine. Ia bahkan berpeluang memecahkan rekor gol terbanyak di fase gugur Piala Dunia.

Dengan usia yang masih 27 tahun, Mbappe diyakini masih punya kesempatan tampil di beberapa edisi Piala Dunia berikutnya.

Kenapa Mbappe Belum Bisa Disebut GOAT?

Meski memiliki sederet pencapaian fantastis, status GOAT Piala Dunia belum sepenuhnya menjadi milik Mbappe.

Rasio golnya di Piala Dunia yang mencapai 0,93 gol per laga masih kalah dibandingkan Gerd Muller (1,08), Eusebio (1,50), Just Fontaine (2,17), hingga Sandor Kocsis yang mencetak 11 gol hanya dari lima pertandingan pada 1954.

Dari sisi kolektivitas, Mbappe juga masih tertinggal dari Pele yang berhasil mempersembahkan tiga gelar juara dunia untuk Brasil. Bahkan Lionel Messi memiliki kontribusi assist lebih banyak dengan delapan assist, termasuk enam di fase gugur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, performa magis Diego Maradona di Piala Dunia 1986 juga masih dianggap sebagai salah satu penampilan individu terbaik sepanjang sejarah. Saat itu, Maradona mencetak lima gol dan lima assist serta berkontribusi langsung terhadap lebih dari 70 persen gol Argentina menuju gelar juara.

Perdebatan soal GOAT memang tak akan pernah selesai. Namun, jika Mbappe terus tampil ganas di Piala Dunia 2026, bukan tidak mungkin namanya bakal semakin sulit disangkal dalam daftar pemain terbaik sepanjang sejarah turnamen empat tahunan tersebut.

demonstrasi di Prancis

Prancis Kerahkan 70.000 Polisi Jelang Demo Besar Gelombang Kedua, Museum Ditutup

Pasca berlangsungnya aksi kerusuhan besar di sela-sela demonstrasi pekan lalu, Prancis meningkatkan pengamanan menjelang gelombang demonstrasi nasional pada hari ini.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut