Jesse Marsch Semprot Permainan Kanada usai Dikalahkan Swiss

Pelatih Kanada, Jesse Marsch
Sumber :
  • REUTERS/Stephane Mahe/File Photo

VIVA – Pelatih Timnas Kanada Jesse Marsch menilai timnya tampil kurang agresif saat kalah 1-2 dari Swiss pada laga terakhir Grup B Piala Dunia 2026 di Stadion BC Vancouver, Vancouver, Kamis 25 Juni 2026. 

img_title Belum Puas Bikin Sejarah, Emil Audero Kini Bidik Mimpi Terbesar Timnas Indonesia

Meski menelan kekalahan, Kanada tetap memastikan lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup B dengan koleksi empat poin dari tiga pertandingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip dari laman resmi FIFA, Marsch mengatakan para pemainnya telah mengerahkan kemampuan terbaik sepanjang pertandingan. Namun, menurut pelatih asal Amerika Serikat tersebut, performa itu belum cukup untuk mengamankan kemenangan atas Swiss.

img_title Media Vietnam Soroti Rencana Timnas Indonesia Naturalisasi Hampir Selusin Pemain Baru untuk Piala Dunia 2030

Gelandang Timnas Swiss, Granit Xhaka rayakan gol ke gawang Bosnia di Piala Dunia

Photo :
  • Frederic J. Brown / AFP

"Saya tahu tim kami memiliki semangat juang yang tinggi. Kami memiliki skuad yang akan mengerahkan segalanya di setiap momen pertandingan," ujar Marsch.

img_title Mimpi Emil Audero, 10 Tahun Lagi Timnas Indonesia 'Acak-acak' Eropa

Ia menilai masalah utama Kanada terletak pada cara tim menghadapi momen-momen penting di pertandingan. Menurutnya, anak asuhnya mengawali laga dengan permainan yang terlalu ragu-ragu sehingga gagal menunjukkan agresivitas yang dibutuhkan.

"Kuncinya terletak pada bagaimana kami menyikapi momen-momen krusial tersebut. Di awal laga, kami bermain agak ragu-ragu dan kurang agresif," kata Marsch.

Kanada harus mengakui keunggulan Swiss dengan skor 1-2 pada pertandingan penentuan juara Grup B. Marsch mengungkapkan timnya kecolongan pada awal babak kedua dan mengakui ada sejumlah keputusan taktis yang kemudian ia sesali.

Salah satu keputusan yang disesalkan adalah tidak langsung menerapkan formasi lima bek setelah turun minum. Menurut Marsch, perubahan strategi tersebut seharusnya dilakukan lebih cepat untuk meredam tekanan Swiss dan mencegah lawan mencetak gol.

Meski gagal menjadi juara grup, Marsch tetap menyambut positif keberhasilan Kanada melangkah ke fase gugur. Ia berharap momentum yang telah dibangun timnya dapat terus berlanjut pada babak 32 besar.

"Saya sangat berterima kasih atas energi yang ada dan dukungan dari negara ini. Namun, kami akan bertolak ke LA (Los Angeles) dan tetap bertekad untuk membangkitkan semangat serta antusiasme masyarakat di tanah air," ujarnya.

Marsch juga optimistis kondisi skuadnya akan semakin baik menjelang babak gugur. Ia mengungkapkan bahwa Alphonso Davies diperkirakan sudah siap kembali bermain saat Kanada melanjutkan perjuangannya di Piala Dunia 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Posisi kami saat ini persis seperti yang kami harapkan, berhasil melaju ke fase gugur. Alphonso Davies seharusnya sudah siap untuk bermain," kata Marsch.

Kanada memastikan tiket ke babak 32 besar setelah finis di peringkat kedua klasemen akhir Grup B dengan empat poin dari tiga pertandingan. Mereka unggul selisih gol atas Bosnia-Herzegovina yang menempati posisi ketiga.

Erick Thohir dan Gianni Infantino.

FIFA Siap Suntik Dana Rp114 Triliun, Tiap Asosiasi Bisa Dapat Rp450 Miliar

FIFA mengusulkan dana Rp450 miliar untuk tiap asosiasi anggota pada 2027-2030. Simak rencana investasi Rp114,34 triliun dan peluang PSSI dalam program tersebut.

img_title
VIVA.co.id
16 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut