Disingkirkan Maroko, Ronald Koeman Ogah Minta Maaf

Virgil van Dijk di laga Belanda vs Maroko
Sumber :
  • REUTERS/Raquel Cunha

VIVA – Keputusan Ronald Koeman memainkan lima bek saat menghadapi Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menuai sorotan tajam. Belanda memang harus angkat koper setelah kalah dramatis lewat adu penalti, namun sang pelatih menegaskan tidak menyesali taktik yang dipilihnya.

img_title Lini Depan Timnas Indonesia Butuh Tambahan, Ini 3 Pemain Keturunan yang Bisa Dinaturalisasi untuk Lolos Piala Dunia

Bermain di Stadion Monterrey, Meksiko, Belanda sebenarnya mampu mengimbangi Maroko hingga laga berakhir 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu. Namun, De Oranje akhirnya tumbang dalam drama adu penalti yang memastikan langkah mereka terhenti lebih cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usai pertandingan, Koeman langsung mendapat pertanyaan mengenai keputusannya memasang skema lima bek yang dinilai membuat Belanda kehilangan daya gedor.

img_title Warga Sulawesi Dapat Kemudahan Baru untuk ke Belanda

Pelatih berusia 63 tahun itu justru membela pilihannya. Menurutnya, strategi tersebut berhasil memperbaiki pertahanan Belanda yang sempat menjadi sorotan di fase grup.

"Dengan pendekatan bertahan ini, kami kebobolan jauh lebih sedikit daripada saat fase grup. Itu sebuah hal positif, tetapi kami juga memang menjadi kurang ofensif," ujar Koeman.

img_title Bek Real Madrid Antonio Rudiger Umumkan Pensiun dari Timnas Jerman

Mantan pelatih Barcelona itu bahkan menegaskan, jika diberi kesempatan mengulang pertandingan, ia tetap akan menggunakan taktik yang sama.

"Anda bisa memikirkan taktik apa pun yang Anda suka. Tetapi kami kebobolan jauh lebih sedikit saat menghadapi lawan yang lebih kuat dibanding Swedia dan Tunisia. Kalau saya harus melakukannya lagi, saya akan memilih cara yang sama," tegasnya.

Koeman juga merasa nasib tidak berpihak kepada timnya. Menurut dia, kritik yang kini diterimanya muncul hanya karena Maroko mampu mencetak gol penyeimbang di masa injury time.

Ia meyakini situasinya akan berbeda jika Belanda berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

"Saya yakin kalau Maroko tidak mencetak gol telat itu, mungkin semua orang akan memuji saya sebagai pelatih Belanda. Tetapi sekarang saya justru dicaci karena memainkan lima bek. Sekali lagi, saya yakin keputusan itu memang diperlukan," katanya.

Lebih lanjut, Koeman membantah anggapan bahwa Belanda bermain bertahan karena takut menghadapi Maroko.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, penggunaan lima bek murni berdasarkan analisis terhadap kekuatan lawan, bukan karena kehilangan kepercayaan diri.

"Ini bukan soal takut. Sama sekali bukan itu. Mengapa kami harus takut? Kami tetap memainkan tiga penyerang."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut