Koeman Dihantam Kritik, Van Dijk: Kami Bertahan dengan Sangat Baik

Kapten Timnas Belanda Virgil van Dijk
Sumber :
  • REUTERS/Issei Kato

VIVA – Virgil van Dijk tetap membela pendekatan taktik Ronald Koeman meski Belanda harus angkat koper dari Piala Dunia 2026. Sang kapten menilai strategi bertahan yang diterapkan Tim Oranye sebenarnya berjalan sesuai rencana, meski akhirnya berujung kekalahan dramatis dari Maroko lewat adu penalti.

img_title Lini Depan Timnas Indonesia Butuh Tambahan, Ini 3 Pemain Keturunan yang Bisa Dinaturalisasi untuk Lolos Piala Dunia

Belanda tersingkir di babak 32 besar setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit sebelum kalah 2-3 dalam adu penalti. Hasil itu menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski banyak pihak mengkritik keputusan Koeman memasang lima bek dan memilih bermain lebih defensif, Van Dijk justru memberikan pembelaan kepada sang pelatih.

img_title Warga Sulawesi Dapat Kemudahan Baru untuk ke Belanda

"Memang sulit menganalisis pertandingan seperti ini sekarang. Pertandingannya sangat intens. Saya pikir kami bertahan dengan sangat terorganisasi. Mereka hampir tidak bisa menemukan ruang di antara lini kami, jadi rencana permainan sebenarnya berjalan," ujar Van Dijk.

Bek Liverpool itu menilai Belanda juga berhasil mencetak gol melalui skema yang sudah dipersiapkan. Namun, semuanya berubah ketika Maroko menyamakan kedudukan pada masa injury time babak kedua.

img_title Bek Real Madrid Antonio Rudiger Umumkan Pensiun dari Timnas Jerman

"Kami mencetak gol yang bagus. Tapi pada akhirnya kami terus ditekan hingga kebobolan di menit-menit akhir. Setelah itu pertandingan ditentukan lewat adu penalti dan sayangnya kami tersingkir," lanjutnya.

Van Dijk juga menepis anggapan bahwa Belanda bermain terlalu negatif. Menurutnya, strategi menunggu dan menyerang di momen yang tepat juga diterapkan banyak tim besar di Piala Dunia.

"Kalau melihat hampir semua tim besar di Piala Dunia, mereka juga mundur dan menunggu momen yang tepat untuk melakukan tekanan. Kami sudah berlatih dengan cara ini selama dua hari dan dalam banyak situasi itu berjalan baik."

"Tentu masih ada hal yang bisa diperbaiki, tetapi sekarang semua itu sudah tidak mengubah apa pun," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski mendapat dukungan dari kapten timnya, taktik Koeman tetap menuai hujan kritik. Belanda lebih banyak bertahan dan membiarkan Maroko menguasai jalannya pertandingan.

Statistik pun menunjukkan dominasi Maroko. Tim Singa Atlas mencatatkan peluang lebih berbahaya dengan expected goals (xG) sekitar 1,4, sedangkan Belanda hanya menghasilkan xG sekitar 0,24.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut