Mbappe Bongkar Alasan Peluk Deschamps usai Prancis Libas Swedia

Kylian Mbappe dan Didier Deschamps
Sumber :
  • FRANCK FIFE / AFP

VIVA – Kylian Mbappe menjadi bintang kemenangan Timnas Prancis saat membungkam Swedia 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Namun, bukan hanya dua gol yang dicetaknya yang menjadi sorotan, melainkan juga aksi emosionalnya usai membobol gawang lawan.

img_title Mbappe Sebut Mao Zedong 'Diktator', Politikus Prancis Pasang Badan

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB, Mbappe mencetak dua gol dan membawa Les Bleus melaju ke babak 16 besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selepas mencetak gol pertamanya, kapten Timnas Prancis itu langsung berlari ke pinggir lapangan untuk memeluk pelatih Didier Deschamps. Momen tersebut kemudian diikuti para pemain Prancis lainnya yang turut memberikan dukungan kepada sang pelatih.

img_title Mengenal Sosok Mao Zedong, Tokoh yang Disinggung Mbappe

Usai pertandingan, Mbappe mengungkapkan alasan di balik selebrasi tersebut. Penyerang Real Madrid itu menegaskan seluruh skuad berdiri di belakang Deschamps, yang belakangan disebut tengah menghadapi masa-masa sulit.

"Itulah DNA dari tim ini. Kami semua bersama-sama dalam hal ini. Pelatih telah melewati masa sulit, yang sayangnya akan memengaruhi semua orang. Ini sangat sulit," ujar Mbappe kepada beIN Sports, dikutip dari RMC Sport.

img_title Prancis Setujui RUU Pendemo Lakukan Kerusakan Bayar Rp 200 Juta

Mbappe memastikan Deschamps tidak akan menghadapi situasi tersebut sendirian karena seluruh pemain siap memberikan dukungan penuh.

"Dia tidak akan pernah sendirian bersama kami. Kami akan selalu mendukungnya," tegas pemain berusia 27 tahun tersebut.

Mbappe juga menilai Prancis kini mulai menemukan permainan terbaiknya setelah sempat mengalami awal turnamen yang tidak mudah.

"Saya sadar apa yang saya mainkan, di mana saya berada, dan apa yang harus saya lakukan. Tim juga tahu apa yang harus dilakukan di sini. Ini adalah kompetisi baru yang benar-benar dimulai sekarang," katanya.

"Kami bermain bagus, meski sempat mengalami awal yang sulit. Kami berhasil beradaptasi dan sebenarnya memiliki beberapa peluang yang seharusnya bisa kami manfaatkan lebih cepat," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di babak 16 besar, Prancis akan menghadapi Paraguay yang sebelumnya secara mengejutkan menyingkirkan Jerman lewat drama adu penalti.

Meski begitu, Mbappe memilih belum memikirkan calon lawannya. Fokus utamanya saat ini adalah memulihkan kondisi fisik setelah laga yang menguras tenaga.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut