Tak Terima Gugur dari Piala Dunia, Pelatih Kanada Lontarkan Kalimat yang Bikin Heboh

Pelatih Kanada Jesse Marsch
Sumber :
  • IMAGN IMAGES via Reuters/Jessie Alcheh

VIVA – Kanada memang harus mengakhiri langkahnya di babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai dibungkam Maroko. Namun pelatih Jesse Marsch justru melontarkan pernyataan yang mengundang perhatian.

img_title Norwegia Naik 12 Peringkat FIFA usai Tembus Perempat Final Piala Dunia 2026

Meski timnya kalah dan gagal melaju ke perempat final, Marsch mengaku lebih memilih berada di posisi Kanada ketimbang Maroko. Ucapan itu disampaikannya setelah menyaksikan anak asuhnya tampil dominan dalam banyak fase pertandingan, meski akhirnya tumbang akibat ketajaman Azzedine Ounahi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kanada sebenarnya tampil menjanjikan sepanjang turnamen. Mereka mencatat sejarah dengan meraih poin pertama, kemenangan pertama, hingga lolos ke fase gugur untuk kali pertama di ajang Piala Dunia.

img_title Pedas! Pengamat Minta John Herdman Tak Usah Mimpi Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia

Saat menghadapi Maroko, Les Rouges juga mampu menguasai jalannya pertandingan dalam waktu yang cukup lama. Namun buruknya penyelesaian akhir, sejumlah kesalahan sendiri, serta absennya bintang utama Alphonso Davies membuat mereka gagal memaksimalkan peluang.

"Saya sangat bangga menjadi pelatih Timnas Kanada. Bahkan saya lebih bangga dengan cara para pemain kami tampil hari ini," kata Marsch.

img_title Dosa Final Piala Dunia 2026! FIFA Hukum Berat Argentina: Paredes Dilarang Main 10 Laga

Menurut pelatih asal Amerika Serikat itu, jika melihat performa timnya sepanjang pertandingan, Kanada seharusnya memiliki peluang besar untuk memenangkan laga.

"Sebelum pertandingan, kalau ada yang bilang kami akan bermain seperti ini, saya akan bilang peluang kami menang sangat besar," ujarnya.

Marsch bahkan menilai Kanada sepenuhnya mengendalikan pertandingan pada babak pertama.

"Kami benar-benar mengontrol tim peringkat tujuh dunia. Hanya ada satu tim yang bermain di lapangan pada babak pertama. Sayangnya kami gagal memanfaatkan momen itu," ucapnya.

Memasuki babak kedua, Kanada masih tampil agresif. Namun semuanya berubah setelah Maroko berhasil memecah kebuntuan. Gol tersebut membuat Singa Atlas bisa bermain lebih bertahan sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Kesulitan Kanada semakin bertambah karena kehilangan Alphonso Davies. Bek sayap Bayern Munich itu harus absen akibat cedera hamstring yang kembali kambuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami hanya ingin pemain yang benar-benar 100 persen tampil di lapangan. Saya belum berada di kondisi itu," ujar Davies.

Marsch menegaskan keputusan mencadangkan Davies diambil demi menjaga kondisi sang pemain dalam jangka panjang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut