Jelang Semifinal Piala Dunia, Mantan PM Spanyol Bikin Geger usai Sebut Pemain Timnas Prancis Bukan Orang Asli Prancis

Para pemain Timnas Prancis rayakan gol Kylian Mbappe
Sumber :
  • REUTERS/Dylan Martinez

VIVA – Jelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Spanyol, mantan Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy menjadi sorotan setelah melontarkan pernyataan yang dinilai bernuansa rasis terhadap Timnas Prancis. 

img_title Prancis Berencana Pangkas Gaji Menteri dan Anggota Dewan Demi Hemat Anggaran

Prancis dijadwalkan menghadapi Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Rabu 15 Juli 2026 dini hari WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam wawancara dengan El Debate yang dikutip Al Jazeera, Rajoy menilai Timnas Prancis memang memiliki kualitas tinggi, tetapi tidak diperkuat oleh pemain yang menurutnya merupakan orang asli Prancis.

img_title Hasil Real Madrid Vs Inter Milan di Liga Champions: Los Blancos Menang 2-1, Blunder Jadi Petaka Nerazzurri

"Mereka (Prancis) memiliki level yang sangat tinggi, tetapi tanpa pemain asli Prancis," kata Rajoy.

Pernyataan tersebut langsung memicu gelombang kritik di media sosial. Banyak pihak menilai ucapan mantan pemimpin Spanyol itu mengandung unsur rasisme karena mengaitkan identitas kebangsaan dengan latar belakang atau asal-usul pemain.

img_title Bukan Dirinya Sendiri, Ousmane Dembele Pilih 3 Kandidat Ballon d’Or Ini

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menjadi salah satu tokoh yang secara terbuka mengecam pernyataan Rajoy. Melalui akun X miliknya, Sanchez menegaskan bahwa identitas sebuah bangsa tidak ditentukan oleh nama keluarga, tempat lahir, maupun warna kulit.

"Ada yang masih mengukur rasa memiliki berdasarkan nama keluarga, tempat lahir, atau warna kulit. Yang lain mengukurnya berdasarkan akar kita di suatu negara dan kemauan kita untuk berkontribusi padanya."

Sanchez juga menegaskan bahwa Spanyol adalah milik siapa pun yang mencintai dan berkontribusi bagi negaranya, bukan mereka yang menyebarkan pernyataan bernuansa xenofobia.

"Spanyol milik mereka yang mencintainya dan bekerja untuknya. Bukan milik mereka yang mempermalukannya dengan pernyataan xenofobia," tulis Sanchez.

Kontroversi yang dipicu Rajoy menambah daftar kasus bernuansa rasis yang menimpa Timnas Prancis sepanjang Piala Dunia 2026. Sebelumnya, kapten Les Bleus Kylian Mbappe juga menjadi sasaran komentar kontroversial dari Senator Paraguay, Celeste Amarilla.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amarilla melontarkan pernyataan yang menyebut Mbappe sebagai "orang Kamerun yang terjajah" yang berpura-pura menjadi warga negara Prancis. Ucapan tersebut muncul setelah Mbappe membawa Prancis menyingkirkan Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

"Orang Kamerun yang terjajah yang benar-benar berpura-pura menjadi orang Prancis," kata Amarilla.

Ilustrasi kantor Renault

Serikat Pekerja Pabrik Renault Prancis Tolak Produksi Senjata Gantikan Mobil

Meski demikian Serikat Pekerja menegaskan bahwa pekerja Renault menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) jika menolak merakit senjata sesuai dengan instruksi.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut