Michael Owen Semprot Habis Thomas Tuchel usai Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel
Sumber :
  • REUTERS/Paul Childs

VIVA – Mantan striker Timnas Inggris, Michael Owen, melontarkan kritik keras kepada pelatih Thomas Tuchel setelah The Three Lions kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis 16 Juli 2026 dini hari WIB. 

img_title Lisandro Martinez Semprot Manajemen MU, Roy Keane: Klub Ini Kayak Sirkus!

Menurut Owen, keputusan Tuchel mengubah permainan menjadi lebih bertahan setelah Inggris unggul justru menjadi titik balik kekalahan Harry Kane cs.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Inggris sempat berada di atas angin setelah Anthony Gordon membawa tim unggul 1-0 pada menit ke-55. Namun, Argentina mampu membalikkan keadaan melalui gol Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada menit ke-92 untuk memastikan tiket ke final.

img_title FIFA Siap Suntik Dana Rp114 Triliun, Tiap Asosiasi Bisa Dapat Rp450 Miliar

Lionel Messi dan Jude Bellingham berduel di laga Argentina vs Inggris

Photo :
  • IMAGN IMAGES via Reuters/Nathan Ray Seebeck

Usai pertandingan, Owen membandingkan cara bermain Inggris dengan Spanyol yang sehari sebelumnya berhasil mengalahkan Prancis di semifinal. Menurutnya, perbedaan terbesar terletak pada keberanian mempertahankan gaya bermain saat unggul.

img_title Belum Puas Bikin Sejarah, Emil Audero Kini Bidik Mimpi Terbesar Timnas Indonesia

"Saksikan Spanyol unggul 1-0 tadi malam. Itu keberanian. Itu keteguhan hati. Dan kemudian saksikan Inggris unggul 1-0," tulis Owen melalui akun X miliknya.

Owen bahkan meyakini Inggris memiliki kualitas untuk mengalahkan Argentina. Namun, ia menilai perubahan taktik setelah unggul justru membuat tim kehilangan kendali permainan.

"Kami tim yang lebih baik daripada Argentina, saya tidak ragu sedikit pun. Tapi pada akhirnya kami pantas kalah. Bahkan, skornya bisa saja 4-1. Memasukkan tiga pemain bertahan saat unggul 1-0. Pesan apa yang disampaikan?" tulis Owen.

Menurut Owen, keberanian bukan berarti terus bertahan ketika unggul, melainkan tetap mampu menguasai bola dan mengendalikan jalannya pertandingan meski berada di bawah tekanan lawan.

Kritik Owen merujuk pada keputusan Tuchel yang memasukkan bek Ezri Konsa pada menit ke-72. Sebaliknya, pemain bertipe menyerang seperti Marcus Rashford dan Ivan Toney baru dimasukkan setelah Argentina berbalik unggul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data pertandingan juga menunjukkan Inggris kesulitan menguasai permainan setelah mencetak gol pembuka. Sejak Anthony Gordon membawa Inggris unggul hingga gol penyama kedudukan Argentina tercipta, penguasaan bola Inggris hanya berada sedikit di atas 12 persen.

Di sisi lain, Argentina terus meningkatkan intensitas serangan. Lautaro Martinez yang masuk sebagai pemain pengganti akhirnya mencetak gol kemenangan pada masa injury time, memastikan juara bertahan itu melaju ke final Piala Dunia untuk kedua edisi secara beruntun.

Pemain Persib Bandung, Mariano Peralta

Dulu Gacor di Borneo FC, Performa Mariano Peralta Anjlok Drastis di Persib

Sempat berstatus pemain terbaik, Mariano Peralta kini disorot usai bikin blunder fatal dan mencatatkan performa anjlok di awal musim bersama Persib Bandung.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut