Coach Justin Tak Minta John Herdman Out, tapi Kepercayaan Mulai Menipis

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
Sumber :
  • VDN/Julio Tri Saputra

VIVA – Pengamat sepak bola Justinus Lhaksana atau akrab disapa Coach Justin tidak meminta pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk mundur meski Skuad Garuda gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2026.

img_title Mitchell Baker Kenang Film 'Garuda di Dadaku' yang Menginspirasinya Membela Timnas Indonesia

Coach Justin mengaku kecewa dengan performa Timnas Indonesia sepanjang turnamen, terutama saat menghadapi Vietnam dan Singapura. Namun, dia menilai Herdman masih layak diberi kesempatan karena baru menangani Timnas Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Coach Justin, Herdman memang memiliki ruang untuk bereksperimen karena target utama yang harus dicapai adalah Piala Asia. Meski demikian, kegagalan Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF membuat toleransi terhadap pelatih asal Inggris tersebut mulai menipis.

img_title Fokus Naturalisasi Timnas Indonesia Bergeser, PSSI Kini Sasar Talenta Diaspora di Jerman hingga AS

"Gue sangat kecewa bukan dengan eksperimennya. Karena dia baru masuk, ya gue maklum lah. Tapi gue kecewa dengan permainan kita," kata Coach Justin dikutipn dari akun YouTube Justinus Lhaksana.

Dia menilai permainan Timnas Indonesia ketika menghadapi Vietnam dan Singapura tidak sebanding dengan kualitas skuad yang tersedia. Terlebih, Indonesia memiliki sejumlah pemain diaspora dalam jumlah besar.

img_title Daftar 5 Pemain yang Bisa Dinaturalisasi Timnas Indonesia usai PSSI Dikabarkan Tak Jadikan Belanda sebagai Prioritas

"Layak dikritik juga bahwa dengan tujuh atau delapan pemain diaspora sebagai starter, performa ini sangat memalukan lawan Vietnam sama Singapura," ujarnya.

Coach Justin menegaskan kegagalan tersebut tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada Herdman. Menurutnya, pemain juga memiliki tanggung jawab karena mereka yang menjalankan instruksi di lapangan.

Namun, dia menilai sistem permainan yang diterapkan pelatih turut memengaruhi kemampuan para pemain dalam menunjukkan kapasitas terbaiknya.

"Mungkin kalau pemain enggak nyaman disuruh bermain sesuai sesuatu yang mereka enggak biasa lakukan, kapasitasnya juga enggak keluar. Jadi ini semua tanggung jawab dari pelatih," tuturnya.

Coach Justin Tak Ingin Herdman Dipecat

Meski melontarkan kritik keras, Coach Justin tidak sepakat jika kegagalan di Piala AFF 2026 langsung berujung pada pergantian pelatih.

Dia mengingatkan bahwa Herdman baru menangani Timnas Indonesia sehingga masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan menerapkan filosofi permainannya.

"Enggak ada gunanya kita gonta-ganti, minta ini out, out, atau apa. Dia baru masuk," kata Coach Justin.

Namun, bukan berarti Herdman bisa terus mendapatkan toleransi tanpa batas. Coach Justin menilai kredit pelatih tersebut sudah sangat tipis dan menuntut adanya perkembangan pada agenda berikutnya.

"Jadi dia harus perform di FIFA Asian Cup pada September-Oktober. Bahkan, juara enggak. Kalau buat gue, masuk final saja sudah oke daripada sekarang," ujarnya.

Coach Justin bahkan menyebut performa seperti yang ditunjukkan saat menghadapi Vietnam dan Singapura sudah tidak bisa diterima.

"Sekarang gue masih kritik, masih kecewa, tetapi gue enggak mau terlalu keras karena sekali lagi Herdman baru. Tapi main kayak gini is not acceptable anymore. Benar-benar enggak bisa diterima lagi," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kritik Coach Justin sampaikan setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.

Indonesia hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat, 7 Agustus 2026.

Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia finis di peringkat ketiga Grup A dengan koleksi tujuh poin dari empat pertandingan. Vietnam keluar sebagai juara grup dengan 10 poin, sedangkan Singapura menempati posisi kedua dengan delapan poin dan berhak lolos ke semifinal.

Padahal, Indonesia tampil dominan sejak awal pertandingan. Tim asuhan John Herdman beberapa kali menciptakan peluang melalui Mitchell Bakker, Eliano Reijnders, dan Thom Haye, tetapi tidak mampu memecah kebuntuan pada babak pertama.

Indonesia akhirnya unggul pada menit ke-47. Ragnar Oratmangoen mencetak gol setelah jeda untuk membawa Skuad Garuda memimpin 1-0.

Keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan. Pada menit ke-66, kesalahan komunikasi di lini belakang membuat Singapura menyamakan kedudukan melalui Ilhan Fandi.

Indonesia terus mencari gol kemenangan hingga akhir pertandingan, tetapi tidak ada tambahan gol yang tercipta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil imbang tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 lebih cepat dari target. Coach Justin pun berharap kegagalan tersebut menjadi pelajaran bagi Herdman sebelum menghadapi agenda berikutnya.

"Semoga John Herdman belajar," harap Coach Justin.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir

Terpopuler: 28 Pemain Keturunan Perkuat Timnas Indonesia, PSSI Sasar Talenta Diaspora di Jerman hingga AS

VIVA Bola merangkum berita terpopuler Sabtu (31/10/2026), mulai dari 28 pemain keturunan incaran Timnas Indonesia hingga kekalahan Manchester United dari Chelsea.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut