Kondisi Terkini Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
- VDN/Julio Tri Saputra
BMKG menyebut sebaran abu pada lapisan permukaan hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Area yang terdampak mencakup sebagian Banten, wilayah barat-selatan Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, serta perairan dan kawasan Samudra Hindia di sebelah barat wilayah tersebut.
Sementara pada lapisan yang lebih tinggi, hingga 50.000 kaki atau sekitar 15,24 kilometer, abu vulkanik terpantau bergerak lebih jauh menuju Samudra Hindia di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap keselamatan penerbangan. Hasil pengujian paper test pada pukul 07.00 WIB juga menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di sejumlah bandara.
Merespons situasi tersebut, Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM). Delapan bandara di Pulau Jawa dan Sumatra sempat mendapat instruksi penutupan sementara hingga pukul 23.59 WIB.
Pemantauan pada Senin sore kembali menunjukkan adanya dua klaster utama sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada pukul 17.00 WIB, sebaran abu pada ketinggian hingga 15.000 kaki terpantau bergerak ke arah barat daya hingga barat laut.
Sementara abu pada lapisan hingga 50.000 kaki bergerak menuju Samudra Hindia di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten. Pada lapisan ini, pergerakan abu justru menjauhi wilayah Indonesia.
Meski demikian, kondisi tersebut belum bisa dijadikan dasar bahwa FIFA ASEAN Cup 2026 akan dibatalkan. Jarak waktu menuju pertandingan juga masih cukup panjang sehingga perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik masih dapat berubah.
Informasi yang beredar di media sosial juga menyebut kondisi sebaran abu mulai berkurang dan situasi di lapangan berangsur membaik.
“Persiapan turnamen pun masih terus berjalan dengan koordinasi bersama pihak terkait,” tulis Goal Verse.
Sampai Senin (7/9/2026), belum ada pernyataan resmi dari PSSI maupun FIFA yang menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.