Ketum PSSI Erick Thohir Minta Maaf, Ada Apa?

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir
Sumber :
  • VIVA/Surya Aditiya

VIVA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir meminta maaf jika target Timnas Indonesia menembus delapan besar Piala Asia 2027 dianggap terlalu ambisius.

img_title Jay Idzes Absen di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini 4 Bek yang Bisa Jadi Andalan John Herdman

Erick menegaskan, target tersebut bukan bentuk kesombongan. Menurutnya, PSSI hanya berusaha memasang standar setinggi mungkin demi mewujudkan mimpi sepak bola Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kembali, kalau saya, mohon maaf kalau PSSI, Ketua Umumnya hari ini ambisius," ujar Erick Thohir kepada awak media di Kawasan Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

img_title Kiper Timnas Indonesia Jadi Tembok Rayo Vallecano, Emil Audero Bikin Pelatih Espanyol Frustrasi

"Bukan karena apa, ya itu mimpi kita semua, gitu. Dan kita harus coba pasang target sebaik-baiknya," ucapnya.

Target delapan besar sebelumnya juga disampaikan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Skuad Garuda akan menghadapi persaingan berat di Piala Asia 2027 karena tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.

img_title Daftar Terbaru Pemain Timnas Indonesia yang Absen di FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Garuda Mulai Rontok Sebelum Berlaga

Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Namun, sebelum fokus ke turnamen tersebut, Timnas Indonesia lebih dulu menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar akhir September hingga awal Oktober.

Erick menyadari perjalanan Timnas Indonesia menuju target tersebut tidak akan mudah. Ia bahkan menggambarkan sepak bola sebagai olahraga yang penuh kejutan dengan mengambil contoh derbi Manchester.

Dalam pertandingan Manchester United melawan Manchester City, Minggu (13/9/2026), City harus bermain dengan 10 pemain setelah Phil Foden mendapat kartu merah pada menit ke-23.

Secara teori, kondisi tersebut seharusnya menguntungkan Manchester United. Namun, City justru mampu mencetak gol melalui Erling Haaland pada menit ke-60 dan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

"Walaupun yang sepak bola itu kan. Ya, tadi malam aja Manchester City Vs Manchester United sudah dapat kartu merah di menit 23. Pasti pendukung MU, saya Arsenal, ya. Menang 2-0, ya," kata Erick.

"Jadi pendukung MU pasti berekspektasi, "Wah, sudah kena kartu merah di menit 23 babak pertama. Kan secara teori bisa bikin gol."

"Ya, cuman ternyata di babak kebobolan menit berapa saya lupa tadi malam. Dan ternyata sampai akhir tidak bisa draw atau menang," ungkapnya.

"Ya itulah bola. Kenapa bola jadi olahraga nomor satu di dunia? Karena penuh dengan drama."

Karena itu, Erick menilai target tinggi harus dibarengi dengan persiapan dan dukungan seluruh elemen sepak bola Indonesia. Ia meminta pemerintah, PSSI, dan suporter bergerak dalam satu tujuan ketika Timnas Indonesia tampil.

"Yang penting saya berharap semua stakeholder tadi: pemerintah kita solid menyiapkan diri sebagai tuan rumah, PSSI support FIFA—karena kan FIFA event-nya, kita supporting system-nya," jelas Erick.

Erick juga meminta suporter meninggalkan rivalitas klub ketika kompetisi selesai dan bersatu memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia.

"Dan suporter bisa tadi ya, setelah liga kalau boleh stop, ya dukung. Kalau waktu di liga kan ya masing-masing pemain Tim Nasional ya main di klubnya gitu."

"Ya cuman kalau sudah liga selesai, ya harus kita konsolidasi menjadi suporter Tim Nasional mendukung Tim Nasional dengan segala naik turunnya kondisi."

"Ya tapi harus, kita harus solid. Jangan kita dipecah belah terus sebagai bangsa, bahkan ada pihak-pihak, oknum-oknum tertentu sengaja memecah belah Timnas kita, gitu. Itu kan yang sekarang selalu diprovokasi."

Erick juga meminta publik tidak terus membanding-bandingkan pelatih Timnas Indonesia. Ia memastikan PSSI memberikan dukungan kepada Shin Tae-yong, Patrick Kluivert, maupun John Herdman pada masanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya, yang Coach ini dibandingkan ini, Coach ini dibandingkan ini. Kalau kami dari PSSI enggak pernah banding-bandingkan. Semua Coach ya salaman kita," tutur Erick.

"Saya punya hubungan baik dengan Coach Shin Tae-yong, dengan Patrick, tentu hari ini saya harus mendukung John Herdman semaksimal mungkin sampai pada saatnya, gitu kan," pungkasnya.

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes

Maarten Paes: Indonesia Layak Tampil di Piala Dunia untuk Tunjukkan Kegilaan Suporter

Maarten Paes menilai fanatisme sepak bola Indonesia setara Argentina dan Brasil. Ia menegaskan Indonesia layak tampil di Piala Dunia untuk tunjukkan potensi tersebut.

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut