Pelatih Singapura: Malaysia Layak Lolos Final

Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee
Sumber :
  • VIVA/Surya Aditiya

VIVA – Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, mengakui Malaysia memang layak lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, kemenangan telak 6-0 Harimau Malaya atas timnya tetap tidak cukup mengantarkan mereka ke pertandingan puncak.

img_title Update Kondisi Jay Idzes di Italia, John Herdman Bakal Full Senyum

Singapura dihancurkan Malaysia pada laga terakhir Grup A di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis, 1 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Malaysia tampil dominan dan mencetak enam gol melalui Bergson da Silva, Stuart Wilkin, Paulo Josue, dan Syahir Bashah. Bergson menjadi bintang dengan torehan hattrick.

img_title Nasib 3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia: Emil Audero Dipuji, Justin Hubner Tampil Gahar, Ole Romeny Merumput di Eropa

Hasil tersebut sekaligus mengakhiri kiprah Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. The Lions finis di posisi ketiga Grup A dengan tiga poin.

Lee mengakui Malaysia tampil lebih baik dan pantas mendapatkan kemenangan tersebut.

img_title AFC Resmi Umumkan Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

"Selamat kepada Malaysia, mereka jelas layak lolos," ujar Lee dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Meski kalah telak, Lee merasa skor 0-6 tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan. Namun, ia mengakui Singapura tidak melakukan cukup banyak hal untuk mendapatkan tiket ke final.

"Sejujurnya, pertandingan ini tidak terasa seperti laga 6-0. Tetapi kami jelas tidak melakukan cukup banyak hal untuk lolos, dan itu menjadi kesalahan kami," kata Lee.

Pelatih Singapura itu menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, tim harus memahami level permainan yang dibutuhkan untuk bersaing menghadapi lawan-lawan kuat.

"Itu sesuatu yang perlu kami refleksikan dan menyadari level yang ingin kami capai untuk bersaing, lalu terus berusaha mengambil langkah berikutnya," ujarnya.

Malaysia memang tampil agresif sejak awal pertandingan. Mereka membutuhkan kemenangan dengan banyak gol untuk bersaing dengan Indonesia dalam perebutan posisi puncak Grup A.

Bergson membuka keunggulan Malaysia melalui titik penalti pada menit kedelapan. Penalti diberikan setelah Ryhan Stewart dinilai menjatuhkan Fergus Tierney di kotak terlarang.

Wasit asal Korea Selatan, Kim Jong-hyeok, tetap pada keputusannya setelah melihat tayangan ulang melalui monitor di pinggir lapangan. Bergson kemudian sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor.

Malaysia menggandakan keunggulan pada menit ke-26 melalui Stuart Wilkin. Manuel Hidalgo lebih dulu melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum memberikan umpan yang diselesaikan Wilkin.

Singapura mencoba memberikan perlawanan melalui serangan balik, tetapi sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Selepas jeda, Malaysia semakin gencar menyerang. Bergson mencetak gol keduanya pada menit ke-62 setelah menerima umpan Arif Aiman.

Paulo Josue kemudian membuat Malaysia unggul 4-0 pada menit ke-76. Syahir Bashah menambah gol kelima pada menit ke-86.

Bergson melengkapi hattrick pada masa injury time. Malaysia pun menang 6-0 dan sempat berada di atas angin dalam perebutan posisi pertama Grup A.

Namun, kemenangan tersebut ternyata belum cukup.

Pada pertandingan lain yang berlangsung bersamaan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Timnas Indonesia mencetak tiga gol pada menit-menit akhir untuk mengalahkan Bangladesh 9-2.

Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin dengan selisih gol +9. Akan tetapi, Indonesia unggul produktivitas gol setelah mencetak 11 gol sepanjang fase grup, berbanding sembilan gol milik Malaysia.

Skuad Garuda pun merebut posisi puncak dan melaju ke final untuk menghadapi Thailand.

Sementara itu, Malaysia harus puas finis di posisi kedua dan akan menjalani pertandingan perebutan posisi ketiga.

Lee mengatakan hasil pertandingan tersebut menjadi pengingat bagi Singapura mengenai level persaingan yang harus mereka hadapi.

"Setiap pertandingan selalu menjadi pengecekan terhadap kemampuan kami. Kami tidak pernah menganggap remeh pertandingan mana pun," tutur Lee.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, kondisi Malaysia yang membutuhkan banyak gol juga membuat pertandingan berjalan berbeda setelah Harimau Malaya unggul 3-0.

"Dengan konteks dan kondisi saat itu, menghadapi tim yang sangat termotivasi untuk mencetak lebih banyak gol setelah unggul 3-0, itu bukan sesuatu yang normal," kata Lee.

Miliano Jonathans

Kabar Terbaru Pemulihan Miliano Jonathans, Timnas Indonesia Bisa Makin Mengerikan di Piala Asia 2027

Kabar terbaru datang terkait winger Timnas Indonesia, Miliano Jonathans, yang masih harus menjalani proses pemulihan cedera anterior cruciate ligament (ACL). Cedera seriu

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut