Perbedaan Mitchel Bakker, Mitchell Baker, dan Mathew Baker
- Instagram/timnasindonesia
Baker mengembangkan kemampuan sepak bolanya di Australia. Ia pernah menimba ilmu bersama Malvern City dan Box Hill United sebelum bergabung dengan Melbourne City U-18.
Kemampuannya bermain di beberapa posisi menjadi salah satu keunggulan. Mathew dapat ditempatkan sebagai bek tengah, bek kiri, maupun gelandang bertahan.
Namanya mulai mendapat perhatian publik sepak bola Indonesia setelah memperkuat tim nasional kelompok umur. Ia juga sempat mendapat panggilan dari Timnas Australia U-17 pada Agustus 2024, tetapi memilih tidak mengambil kesempatan tersebut.
Perjalanan Mathew Baker bersama Timnas Indonesia berbeda dari Mitchell Baker. Jika Mitchell dikenal sebagai penyerang yang bertugas mencetak gol, Mathew memiliki peran untuk menjaga pertahanan dan membantu membangun serangan dari lini belakang.
Dengan usianya yang masih muda, Mathew menjadi salah satu pemain yang diproyeksikan untuk berkembang dan menambah kedalaman pilihan di sektor pertahanan Indonesia.
Ketiga pemain ini memiliki kemiripan nama, tetapi berasal dari latar belakang dan jalur karier yang berbeda.
Mitchel Bakker merupakan pemain Belanda kelahiran 2000 yang memiliki pengalaman bersama PSG, Bayer Leverkusen, dan Atalanta. Mitchell Baker adalah striker kelahiran Australia pada 2006 yang memiliki garis keturunan Indonesia dan mencuri perhatian lewat produktivitas golnya bersama Timnas Indonesia.
Adapun Mathew Baker merupakan pemain kelahiran Australia pada 2009 yang berkembang sebagai bek serbabisa dan telah menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia di kelompok umur.
Kemiripan nama ketiganya memang bisa membuat pencinta sepak bola keliru. Namun, jika melihat posisi, usia, dan rekam jejak masing-masing, perbedaannya sangat jelas: Mitchel Bakker dikenal melalui pengalamannya di Eropa, Mitchell Baker melalui ketajamannya di lini depan, sedangkan Mathew Baker melalui potensinya sebagai pemain bertahan.