Thom Haye: Mustahil untuk Tetap Bugar di Persib
- Instagram/ikwantanamal
VIVA – Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, buka-bukaan mengenai beratnya tantangan yang harus dihadapi para pemain Maung Bandung pada musim 2026/2027.
Pemain Timnas Indonesia tersebut menilai, menjaga kondisi fisik agar tetap bugar di tengah padatnya jadwal kompetisi saat ini merupakan hal yang hampir mustahil.
“Satu-satunya fokus kami saat ini adalah berusaha tetap bugar di setiap pertandingan, dan itu hampir mustahil,” kata Haye kepada awak media usai laga Persib melawan Dewa United, Minggu (11/10/2026).
Gelandang Persib, Thom Haye
- Dok. ILeague
Haye mengaku kecewa bertambahnya kompetisi yang diikuti Persib tidak diiringi perubahan fasilitas yang memadai untuk mendukung kebutuhan pemain.
Selain menghadapi jadwal yang lebih padat, Persib juga belum bisa menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) karena sedang menjalani perawatan.
“Lalu musim ini, jadwal kami ditambah dengan Shopee Cup. Kami menerima kabar itu, tetapi bagi kami sebagai sebuah tim, tidak ada yang berubah,” ujar Haye.
“Tidak ada fasilitas yang membaik, bahkan kami tidak bermain di stadion sendiri (GBLA), dan kami harus bepergian jauh tanpa henti,” lanjutnya.
Persib memasuki musim 2026/2027 dengan status juara Super League tiga musim beruntun, yakni 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026. Selain berupaya mempertahankan gelar domestik, klub asal Bandung tersebut juga menjalani kompetisi di level Asia.
Haye mengaku bangga dengan pencapaian Persib, termasuk keberhasilan tim mengukir sejarah di kompetisi Asia musim lalu. Namun, ia mempertanyakan apakah prestasi tersebut telah diimbangi dengan dukungan yang layak bagi para pemain.
Pemain Timnas Indonesia, Thom Haye
- Instagram @thomhaye
“Apakah kami benar-benar mendapatkan penghargaan yang pantas atas hal itu? Tidak. Lalu kami menjadi juara lagi. Jadi, saya hanya merasa sangat bangga,” ucapnya.
Persoalan kebugaran juga terlihat setelah Persib bermain imbang 2-2 melawan Dewa United. Dengan jadwal pertandingan berikutnya melawan The Cong Viettel di AFC Champions League Two (ACL 2) hanya berselang dua hari, tim pelatih mulai melakukan rotasi pemain.
Haye menilai situasi tersebut menjadi tantangan bagi para pemain yang harus terus tampil maksimal meski memiliki waktu istirahat dan pemulihan terbatas.
“Melihat kondisi tim sekarang, saya bisa katakan setiap pemain mengerahkan segalanya setiap hari,” tuturnya.