Erik ten Hag: Ronaldo Itu Pemalas dan Tidak Profesional
- REUTERS/Phil Noble
VIVA – Mantan pelatih Manchester United, Erik ten Hag, kembali mengungkap persoalan yang mewarnai periode kedua Cristiano Ronaldo di Old Trafford. Pelatih asal Belanda itu menilai megabintang Portugal tersebut mengecewakan tim karena dinilai tidak memenuhi ekspektasi, terutama dalam hal kedisiplinan latihan dan kontribusi di lapangan.
Dalam wawancara dengan The Athletic, Ten Hag mengatakan Ronaldo beberapa kali melewatkan sesi latihan tim dan tidak cukup banyak berlari ketika bermain. Situasi tersebut menjadi salah satu persoalan dalam hubungan keduanya selama bekerja sama di Manchester United.
“Dia mengecewakan tim, dan dia mengecewakan saya, karena kami telah membuat rencana bersamanya. Saya terbang ke Portugal untuk berbicara dengannya mengenai apa yang ingin saya capai sebelum saya bergabung dengan United,” ujar Ten Hag.
Meski melontarkan kritik, Ten Hag tetap mengakui status Ronaldo sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola. Namun, menurutnya, reputasi besar seorang pemain tidak membuatnya terbebas dari tuntutan yang berlaku di dalam tim.
“Jelas, dia adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola. Saya sangat menghormatinya. Namun, pada saat itu, sebagai manajer, saya harus mengambil keputusan yang rasional dan tetap mempertahankan pemain-pemain yang saya kagumi,” katanya.
Ten Hag Soroti Etos Kerja Ronaldo
Ten Hag juga menyinggung etos kerja Ronaldo, baik ketika pertandingan berlangsung maupun saat menjalani latihan. Ia membantah anggapan bahwa dirinya menuntut Ronaldo melakukan pressing sampai kelelahan.
Menurut Ten Hag, persoalan utamanya bukan sekadar tuntutan taktik, melainkan kemampuan Ronaldo untuk menjalankan intensitas permainan yang diinginkan tim.
“Keliru jika ada anggapan bahwa saya menuntutnya untuk melakukan pressing hingga dia kelelahan. Masalahnya, dia memang tidak bisa melakukannya. Dia tidak berlari, baik saat tim menguasai bola maupun saat tidak [menguasai bola]. Alasannya karena dia tidak mempersiapkan dirinya dengan baik,” kata Ten Hag.
Mantan pelatih Ajax Amsterdam itu menegaskan bahwa tim membutuhkan kontribusi seluruh pemain, termasuk sosok yang memiliki status bintang. Menurutnya, pemain dengan reputasi besar tetap harus bersedia bekerja untuk kepentingan bersama.