Resmikan OASE III PTKIN 2026 di Yogyakarta, Menag Minta Mahasiswa Kuasai Sains dan Agama
- Istimewa
Jakarta, VIVA - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, secara resmi membuka perhelatan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Ajang kompetisi ilmiah nasional tersebut mempertemukan kontingen mahasiswa terbaik dari 54 PTKIN se-Indonesia untuk menguatkan kapasitas akademik di bidang sains, riset, dan teknologi.
Acara pembukaan yang ditandai dengan penekanan tombol digital ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Amien Suyitno, Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan, serta jajaran pimpinan PTKIN seluruh Indonesia.
![]()
Dalam arahannya, Menag Nasaruddin Umar mengingatkan kembali pentingnya meneladani sejarah kejayaan Islam (Golden Age of Islam) yang dipimpin oleh para ilmuwan Muslim dunia. Ia menekankan bahwa penguasaan sains modern harus tetap dibimbing oleh nilai-nilai spiritual.
"Kalau kita ingin merebut masa jaya itu kembali, tidak ada cara lain: kuasai ilmu pengetahuan dan sains. Namun, ilmu pengetahuan yang canggih harus tetap dibimbing oleh nilai agama agar teknologi tidak membawa dampak destruktif bagi kemanusiaan," ujar Nasaruddin dalam keterangan resminya Rabu (4/11).
Sejalan dengan hal tersebut, Dirjen Pendis Kemenag RI Amien Suyitno menyampaikan bahwa OASE dirancang untuk melahirkan generasi yang menguasai ilmu agama sekaligus sains unggulan. Langkah pengembangan talenta ini juga diselaraskan dengan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional.
"Hari ini, UIN Sunan Kalijaga berada di atas UGM dalam pemeringkatan THE WUR 2026. Ini membuktikan insan PTKIN tidak boleh minder. OASE mencita-citakan lahirnya Ibnu Sina baru dan Ibnu Rusyd baru -- seorang hafiz yang sekaligus saintis ulung. Langkah ini sejalan dengan Perpres Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional," tegas Prof. Amien.
![]()
Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menegaskan bahwa ajang ini merupakan wadah pertukaran gagasan serta penerapan paradigma integrasi-interkoneksi keilmuan.
OASE PTKIN sendiri merupakan ajang kompetisi berkala di bawah naungan Kemenag yang menguji kemampuan mahasiswa dalam sains terapan, riset inovatif, hingga pendalaman ilmu keagamaan.