VIDEO: Dan Riedl pun Menangis

Alfred Riedl
Sumber :
  • VIVAnews/ Muhamad Solihin

VIVAnews - Pelatih tim nasional Alfred Riedl dikenal dengan sikapnya yang keras, tegas, dan menerapkan disiplin tinggi. Dia tak segan mencoret Boaz Salossa dan menegur keras Okto Maniani, dua pemain yang disanjung banyak pecinta disiplin di negeri ini.

img_title Mau Liburan ke Vietnam Jangan Bingung Lagi! Ini Perbedaan Destinasi Wisata di Hanoi dan Ho Chi Minh City

Tapi sekeras apapun perangai Riedl dia tetap saja bisa menangis. Dia tidak kuasa menitikkan air mata saat bertemu lagi dengan pendonor ginjalnya di acara 'Satu Jam Lebih Dekat' yang ditayangkan di tvOne.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sudah lebih dari 10 tahun, Riedl bermasalah dengan ginjalnya hingga memutuskan untuk melakukan cangkok ginjal saat membesut timnas Vietnam pada 2006. Tanpa disangka, masyarakat Vietnam yang punya empati kepadanya bersedia mendonorkan satu organ tubuh vital tersebut.

img_title Bukan Vietnam atau Malaysia, John Herdman Sebut Ini Lawan Terberat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Operasi akhirnya bisa dilakukan pada Maret 2007. Riedl pun bisa kembali sehat tanpa harus bolak balik ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah. "Ini emosi. Anda membawa dia ke sini," kata Riedl saat berjumpa dengan pria pendonor ginjal.

Menurut Riedl, orang yang bermasalah dengan ginjal yang tidak mendapat donor harus melakukan cuci darah tiga kali selama seminggu. Si penderita ginjal, kata dia, meski tidak meninggal tetapi harus menderita seumur hidup. "Dia menyelamatkan hidup saya," kata Riedl.

img_title Kaki Bengkak, Benarkah Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung?
Ilustrasi cuci darah

Survei, Banyak Pasien Cuci Darah Memulai Hemodialisis dalam Kondisi Darurat

Survei Komunitas Pasien Cuci Darah (KPCDI) menemukan bahwa sembilan dari sepuluh pasien dialisis memulai hemodialisis (cuci darah) dalam kondisi darurat.

img_title
VIVA.co.id
17 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut