Mauritius Jadi Ujian Indonesia Tanpa Luis Milla
- VIVA/Donny Adhiyasa
VIVA – Timnas Indonesia bakal melakoni laga persahabatan kontra Mauritius. Laga ini bakal berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Selasa 11 September 2018.Â
Ini menjadi ujian Timnas tanpa kehadiran Luis Milla Aspas. Sampai saat ini, Milla belum memberikan jawaban terkait masa depannya bersama Tim Merah Putih. Di laga kontra Mauritius nanti, Timnas ditukangi pelatih sementara Bima Sakti, yang didampingi Danurwindo dan Kurniawan Dwi Yulianto.
Hingga kini, Milla masih berada di Spanyol. Dia terlihat masih menikmati masa libur di kampung halamannya, sambil mengikuti aktivitas di sepakbola.
Setelah mengunjungi kamp latihan Timnas Spanyol U-21, Milla kali ini tertangkap kamera sedang berada di Estadio La Rosaleda. Minggu 9 September 2018, Milla menyaksikan duel Malaga versus Tenerife dalam lanjutan Divisi Segunda LaLiga.
Milla menyaksikan laga ini, karena anaknya, Luis Milla Manzanares, main untuk Tenerife. Dalam duel ini, sang anak main sebagai starter.Â
Kembali ke pertandingan Timnas, Mauritius adalah negara dari Afrika Selatan yang sudah tidak asing menghadapi klub di Asia. Tercatat mereka sudah lima kali menjalani laga uji coba di Asia.Â
Dalam daftar peringkat FIFA, Mauritius berada di posisi ke-155, lebih baik ketimbang Indonesia yang ada di posisi 164. Namun di Afrika Selatan, mereka bisa dibilang tim lemah. Pada November 2017 lalu mereka takluk dari Togo dengan skor 0-6.Â
Kemudian kalah dengan skor serupa menghadapi Botswana di ajang Piala Afrika bagian Selatan, Juni 2018 lalu. Laga terakhir di Asia saat Mauritius menjajal Singapura pada 7 September 2018. Duel tersebut berakhir imbang 1-1.
Waspada Permain Cepat Mauritius
Timnas jelas tak mau main-main saat bersua Mauritius. Bima dan Danurwindo yang berstatus sebagai pelatih interim, tak mau setengah hati dalam menemani Timnas. Mereka sudah menganalisis karakter bermain Mauritius.
Menurut keduanya, Mauritius merupakan tim yang berbahaya dan lebih mengandalkan kekuatan fisik.
Kami harus waspadai permainan cepat dan bola atas mereka. Postur tubuh mereka lebih tinggi. Jangan biarkan mereka memanfaatkan keuntungan itu," kata Bima dilansir situs resmi PSSI.
Demi meminimalisasi Mauritius memanfaatkan kelebihannya, Bima meminta anak-anak asuhannya untuk tak menahan tempo permainan."Main cepat, agar mereka tak bisa menggunakan kelebihannya," terang Bima.