Beban PSG Terlalu Berlebihan

Lionel Messi dan Ander Herrera
Sumber :
  • instagram

VIVA – Pemain Paris Saint-Germain (PSG), Ander Herrera, mengaku, tak habis pikir dengan prediksi banyak pihak yang menyebut timnya sebagai salah satu favorit peraih gelar Liga Champions musim ini. Menurutnya, hal itu tidak terjadi pada tim-tim besar lainnya.

img_title Calvin Verdonk Semprot Kelemahan Lille usai Dibungkam Galatasaray di Liga Champions

"Saya tidak mengerti. Saya tidak mengerti mengapa tim besar lainnya tidak diharapkan untuk memenangkan Liga Champions sebesar yang diharapkan PSG," kata Herrera, seperti dikutip Marca, Minggu 19 September 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, pemain asal Spanyol itu menambahkan, selama ini publik selalu menganggap Les Parisiens adalah tim yang kerap gagal di Liga Champions. Padahal, faktanya, tim milik taipan Qatar itu sanggup menembus babak semifinal dan final pada Liga Champions dua musim terakhir.

img_title Klasemen Liga Champions 2026/2027: Manchester United 'Gak Ketolong', PSG kokoh di Puncak

"Saya pikir bermain di final dan semifinal musim-musim sebelumnya adalah pencapaian luar biasa untuk klub semuda ini dan saya tidak mengerti bagaimana itu bisa dilihat sebagai kegagalan," ucapnya.

"Sungguh luar biasa bahwa tidak ada yang mengharapkan Real Madrid, Chelsea, Barcelona, Manchester City, atau Juventus untuk memenangkan Liga Champions seperti yang mereka lakukan kepada kami. Saya pikir itu terlalu berlebihan," ujarnya.

img_title Calvin Verdonk Tampil Penuh di Liga Champions, Statistiknya Jadi Sorotan Usai Lille Dibantai Galatasaray 2-4

Di awal musim ini, PSG menjadi sorotan para pecinta sepakbola lantaran berhasil mendapatkan Lionel Messi. Alhasil, lini PSG semakin kuat dengan kehadiran Messi. Sayangnya, bersama Kylian Mbappe dan Neymar, penampilan Messi belum terlalu maksimal hingga saat ini.

Kendati demikian, Herrera menyebut, ketiha pemain akan menjadi vital bagi lini serang PSG.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kylian adalah yang terbaik. Neymar memiliki imajinasi terbaik dan Messi juga yang terbaik dalam segala hal, soal bagaimana dia memahami permainan dan mengetahui kapan harus bermain bola panjang dan pendek," ungkap eks pemain Athletic Bilbao tersebut.

"Dia mengetahui apa yang harus dilakukan. Leo bisa menjadi pemain sayap kiri terbaik, pemain saya kanan terbaik, dan terbaik di semua posisi, kecuali kiper," tuturnya.

Skuad Como 1907

Usai Como Bantai Manchester United 4-1, Cesc Fabregas Menyesal

Cesc Fabregas mengaku menyesal usai Como bantai Manchester United 4-1 di Liga Champions. Instruksinya menurunkan tempo di akhir laga berbuah gol balasan Zirkzee.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut