Donnarumma Bukan Blunder, tapi Kena Jebakan Ancelotti

Juru taktik Real Madrid, Carlo Ancelotti
Sumber :
  • Marca

VIVA – Gianluigi Donnarumma menjadi salah satu kambing hitam kegagalan PSG di babak 16 besar Liga Champions. Blundernya pada pertandingan leg kedua melawan Real Madrid membuat tim pada akhirnya harus angkat koper.

img_title Sebelum Emil Audero, 4 Pemain Indonesia Ini Pernah Mencicipi Liga Spanyol

Pada laga itu padahal PSG sudah unggul 1-0 dan agregat 2-0. Namun apes, di menit 61, Donnarumma melakukan kesalahan fatal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia salah memberikan operan kerena terus dipepet Karim Benzema hingga akhirnya terjadi gol balasan dari Madrid.

img_title Emil Audero Tepis Tendangan Kylian Mbappe, John Herdman Ungkap Dampaknya untuk Timnas Indonesia

Setelah itu Los Blancos pun berhasil balik unggul menjadi 2-1. Dan selanjutnya menuutup duel dengan kemenangan 3-1.

Aksi Donnarumma pun dihujat banyak pihak, terutama fans PSG. Namun jangan salah, rupanya situasi itu sendiri dari awal sudah dirancang oleh pelatih Madrid, Carlo Ancelotti.

img_title Real Madrid Sampai Puji Emil Audero, 7 Penyelamatan Gemilang di Bernabeu

Ancelotti paham benar dengan kelemahan Donnarumma selama ini, yakni teknik mengontrol bola serta ketenangan ketika menerima backpass.

Real Madrid vs PSG

Photo :
  • twitter.com/realmadriden

"Kami kesulitan merebut bola dari mereka, namun dengan pressin tinggi yang sudah kami coba di saat latihan, kami mendapatkan gol dan itu yang mengubah permainan," kata Ancelotti.

"Fans terus mendorong kami, tim juga menghasilkan banyak peluang. Ini menjadi malam yang indah dan kami sangat senang," ungkapnya lagi.

Ancaman Presiden PSG

Sementara usai pertandingan, presiden PSG, Nasser Al Khelaifi mengamuk. Bukan sekedar mencak-mencak kepada timnya, namun dia juga sampai memburu wasit pertandingan.

Diario AS menulis, seperti dilaporkan reporter  Monica Marchante, Nasser berteriak di koridor stadion. Dia mencari Danny Makkelie yang menjadi pengadil di pertandingan itu.

Tidak menemukan sang wasit, lalu Nasser menuju ke kantor Real Madrid. Di sana lalu ada sebuah insiden, dia menepis tangan seorang pegawai yang coba merekam kejadian tersebut, hingga ponsel yang digunakan terjatuh.

 Javier Herraez dari Cadena SER mengatakan, Nasser juga meminta agar rekaman tersebut dihapus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan cuma itu, Javier menjelaskan, Nasser bersama direktur olahraga Leonardo, sempat mengancam, dengan mengatakan, "saya akan membunuhmu".

Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe

Ambisi Kylian Mbappe Sabet Ballon d'Or 2026: Penghargaan Itu Harus Kembali ke Real Madrid

Penyerang Real Madrid Kylian Mbappe berambisi memenangkan Ballon d'Or 2026 dan mengembalikan penghargaan bergengsi tersebut ke markas Santiago Bernabeu.

img_title
VIVA.co.id
18 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut