Ngamuk, Harry Kane Sumpal Mulut Legenda Inggris

Harry Kane dan Gareth Southgate di EURO 2024
Sumber :
  • AP Photo/Thanassis Stavrakis

VIVA – Harry Kane membalas Gary Lineker dengan memintanya untuk mengingat dia tidak memenangkan apa pun bersama Inggris sebelum menyebut penampilan tim saat ini sial.

Ipswich Town Tak Ingin Pinjamkan Elkan Baggott

Kapten Inggris Kane mendesak pendahulunya untuk mempertimbangkan dampak kata-katanya, terutama terhadap pemain muda, dan menyadari bahwa kritik keras saat ini tidak mungkin dilakukan.

Lineker dan sesama pakar Alan Shearer blak-blakan dalam penilaian mereka terhadap Inggris setelah bermain imbang 1-1 dengan Denmark di EURO 2024 atau Piala Eropa 2024.

2 Klub Inggris Rebutan Ingin Rekrut Elkan Baggott

Terkait hal itu, Kane mengatakan seharusnya mereka berbicara dengan lebih bertanggung jawab dan berusaha bersikap lebih konstruktif.

Dia berkata: “Apa yang harus disadari oleh mantan pemain atau mantan pemain yang menjadi pandit, sangat sulit untuk tidak mendengarkannya sekarang, terutama bagi beberapa pemain yang belum terbiasa atau beberapa pemain yang baru mengenal lingkungan tersebut," kata Kane, dilansir Independent.

Timnas Indonesia Punya Striker Lebih Tajam dari Ronaldo dan Harry Kane

“Saya selalu merasa mereka [para pakar] memiliki tanggung jawab – saya tahu mereka harus jujur ​​dan memberikan pendapat mereka, tetapi mereka juga memiliki tanggung jawab sebagai mantan pemain Inggris yang dijunjung oleh banyak pemain. Orang-orang mendengarkan mereka dan orang-orang peduli dengan apa yang mereka katakan," sambungnya.

Lineker adalah bagian dari tim Inggris yang mencapai semifinal Piala Dunia 1990 tetapi Kane adalah bagian dari tim yang meniru mereka 28 tahun kemudian dan kemudian bermain di final Euro 2020 ketika tim asuhan Gareth Southgate paling dekat untuk mengangkat gelar, namun pada akhinrya gagal.

Dan Kane menambahkan: “Intinya adalah kita belum memenangkan apa pun sebagai sebuah negara untuk waktu yang sangat lama dan banyak dari pemain ini juga menjadi bagian dari hal itu dan mereka tahu betapa sulitnya hal itu. Kenyataannya adalah mereka tahu bahwa bermain di turnamen besar ini sulit dan bermain untuk Inggris. Saya tidak akan pernah meremehkan mantan pemain mana pun.

“Yang ingin saya katakan hanyalah, ingatlah bagaimana rasanya mengenakan kaus tersebut dan perkataan mereka didengarkan. Beberapa dari mereka, saya tidak tahu berapa banyak, tapi kami mendengarnya.

“Kami semua ingin menjuarai turnamen besar dan saya yakin mereka ingin kami menjuarai turnamen besar, dan membantu sebisa mungkin serta membangun kepercayaan diri para pemain akan menjadi cara yang lebih baik untuk mewujudkannya.”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya