Kongres FIFA Diwarnai Jabat Tangan Palestina-Israel

Presiden FA Palestina (kanan), Jibril Rajoub menjabat tangan Presiden FA Israel
Sumber :
  • REUTERS/Ruben Sprich
VIVA.co.id
Antara Dukungan dan Keberlanjutan Ekonomi Lokal
- Presiden Asosiasi Sepakbola Palestina, PFA, Jibril Rajoub menghentikan permintaannya kepada FIFA untuk membekukan Asosiasi Sepakbola Israel, IFA. Itu terjadi pada Kongres ke-46 FIFA yang dihelat di Zurich, Jumat 29 Mei 2015 malam WIB.

Dewan Keamanan PBB yang Gagal dalam Menjamin Perdamaian Dunia
Sebelumnya, PFA menuntut pembekuan IFA, terkait konflik di antara kedua negara. PFA mengangap Israel telah menghambat aktivitas dan pergerakan para pemain Palestina di antara Jalur Gaza dan Tepi Barat teritori Israel.

Kegagalan Hukum Internasional dalam Menghadapi Kejahatan Perang Israel
Kendati demikian, Rajoub kemudian mendapat bujukan dari banyak kolega, terkait permintaan pembekuan IFA tersebut. Dan, tuntutan itu pun akhirnya dihentikan, disusul adanya kesepakatan baru, yang akan dimonitori oleh komite khusus FIFA.

Mayoritas anggota Kongres FIFA pun menyetujui proposal kesepakatan baru tersebut. Dan, hal itu berujung dengan jabatan tangan antara Rajoub dengan Presiden IFA, Ofer Eini, yang kemudian disambut oleh para anggota kongres.

"Saya memutuskan untuk mencabut tuntutan pembekuan, tapi itu bukan berarti saya menyerah dalam resistensi ini," kata Rajoub, sebagaimana dikutip dari BBC Sport.

Eini pun menyambut hal tersebut. "Ini hari yang menyenangkan bagi siapapun yang mencintai sepakbola dan yakin bahwa perdamaian itu mungkin. Saya berjabat tangan dengan Rajoub, dengan keyakinan bahwa kami bisa melakukan perubahan," ucapnya.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya