Konflik Persija Memicu Sanksi
VIVAnews - Perseteruan internal di kubu Persija Jakarta semakin panas. Situasi ini akhirnya menarik perhatian PT Liga Indonesia.
CEO PT LI, Joko Driyono mengatakan, Persija akan diberi sanksi bila permasalahan internal klub dibiarkan terus berlanjut. “Kami akan memberikan denda kepada Persija karena pengurus mengesampingkan pengelola atau PT Persija Jaya. Pengurus tidak bisa bersikap seperti itu, terkait kebijakan panpel."
"Tapi, berapa besarannya belum ditentukan. Kami akan menunggu titik temu antara pihak yang bersengketa,” bilang Joko.
Joko menambahkan, PTLI sudah mengesahkan nama panpel yang diajukan oleh Ketua Umum (Ketum) Persija. “Persija sudah mengajukan nama-nama panpel baru, dan itu yang disahkan Liga. Nama itu yang diajukan ketum mereka. Personel baru tersebut sejak awal sudah mengikuti workshop,” lanjutnya.
Perseteruan antara pengurus dengan 'pengelola' mengerucut pada rencana Rapat Umum Luar Biasa (RULB) anggota Persija yang akan digulirkan pada Sabtu 28 November 2009.
“Sebuah ironi kalau klub sebesar Persija harus terkotak-kotak seperti itu. Mereka klub Ibukota dan memiliki sejarah bagus, tapi kondisinya sekarang memprihatinkan. Persija sebenarnya banyak menyalahi aturan. Kalau dicoret mungkin tidak. Tapi, bila sampai kejadian seperti itu, kami juga tidak akan disalahkan suporter. Pendukung mereka pasti menyalahkan pengurus. Pengelolaan lebih baik justru ditunjukkan Persitara Jakarta Utara,” tegas Joko.
Ketum Tenang
Mendapat tekanan dari PTLI, Ketum Persija, Toni Tobias, mengaku tidak terlalu khawatir. Sebab, panpel baru versinya dan pengurus sudah bekerjasama dengan pengelola atau PT Persija Jaya.
“Kami sebenarnya tidak ingin ada ribut-ribut. Kami tidak bersalah. Pihak pengelola yang harus memberikan klarifikasi kepada PTLI, bukannya kami. Buat apa, toh mereka sudah mengambil dana Persija U-21. Yang jelas, mereka yang harus bertanggung jawab kalau klub sampai diberi sanksi,” katanya.
Toni juga menjelaskan, beberapa pengelola hanya memanfaatkan klub untuk menghidupi dirinya sendiri. Merasa terancam, mereka kemudian menggoyang status ketum.
“Kami tidak terlalu memikirkan rencana RULB tersebut. Biarkan saja karena tidak ada hal luar biasa yang mendasarinya. Itu hanya ide orang-orang yang mencari makan di Persija. Mereka tidak menyadari selama ini sudah
mengambil dana klub terlalu banyak,” jelas perwira angkatan laut ini.
Sementara itu, Direktur Umum PT Persija Jaya, Bambang Sucipto mengatakan, Ketum Persija sudah membabi buta dengan menyebarkan fitnah. Sebab, justru pihaknya yang sudah banyak berkorban untuk membiayai beberapa laga kandang Macan Kemayoran.
“Ketum sudah kalap sehingga menyebarkan fitnah. Tidak ada duit klub yang ditilep. Kami semua sampai menjual mobil dan menggadaikan rumah untuk membiayainya. Kami siap memberikan klarifikasi kepada Liga,” pungkasnya.
Laporan: Artha Tidar/GOSport