Terima Maaf, Arema Serahkan Pelaku Perusakan Bus ke Persebaya

Perwakilan manajemen Arema FC menerima permintaan maaf manajemen Persebaya
Perwakilan manajemen Arema FC menerima permintaan maaf manajemen Persebaya
Sumber :
  • Lucky Aditya (Malang)/ VIVA

VIVA – Manajemen Arema FC menerima permintaan maaf dari manajemen Persebaya Surabaya atas insiden pengerusakan bus pemain yang dilakukan oleh oknum suporter mereka. Pelaku perusakan kini diserahkan ke manajemen Persebaya untuk dibina agar tidak melakukan tindakan anarkis lagi. 

Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengungkapkan mereka memillih jiwa besar dalam insiden ini. Kedua tim sudah bertemu bersama pihak polisi. Dari Arema FC diwakili oleh dirinya dan sekretaris tim Rahmat Taufiq Hentihu. Sedangkan perwakilan manajemen Persebaya hadir asisten manajer Alex Tualeka.

"Kita mendapatkan arahan juga dari Presiden klub, bahwa Arema FC menerima permohonan maaf Persebaya atas peristiwa kemarin terkait perusakan bus. Karena sejatinya kita ini adalah saudara, dua klub dari Jawa Timur membawa citra Jawa Timur untuk berprestasi di ranah sepak bola," kata Sudarmaji, Jumat, 22 Oktober 2021. 

Sudarmaji juga menyerahkan pelaku ke manajemen Persebaya. Arema berharap bahwa rivalitas antara kedua tim cukup di dalam lapangan sepanjang pertandingan. Setelah itu selebihnya sama-sama meraih prestasi. Apalagi kedua tim merupakan ikon sepak bola Jawa Timur. 

"Kita menyerahkan adik Y, untuk dibina oleh Persebaya, termasuk kita menyerahkan kepada kepolisian yang akan melakukan seperti apa pembinaan itu. Yang jelas kita berharap bahwa persoalan ini sudah berakhir, kita kembali fokus bahwa rivalitas berkualitas itu adalah bagaimana kita 2x45 menit di pertandingan dan sama-sama mengejar prestasi," ujar Sudarmaji.

Pengrusakan bus Arema FC

Pengrusakan bus Arema FC

Photo :
  • Instagram Juragan 99

Manajemen Arema FC berharap insiden perusakan bus oleh oknum suporter Persebaya menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk instropeksi dan memperbaiki diri. Dia mengajak suporter Persebaya untuk tidak mengulangi perbuatan anarkis namun memberikan dukungan yang positif.