Kalah dari MU, Persib Singgung Final Liverpool vs ManCity

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts
Sumber :
  • VIVA/Dede Idrus

VIVA Bola – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts masih belum bisa melupakan kekalahan menyakitkan atas Madura United dalam laga pekan kedua Liga 1 2022/2023.

Skuad Maung Bandung diketahui takluk 1-3 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pekan lalu. Kekalahan tersebut membuat posisi Persib di tabel klasemen merosot ke posisi 16.

Persib sebenarnya sudah unggul lebih dulu 1-0 lewat gol David Da Silva. Keunggulan tersebut sempat bertahan hingga turun minum. Akan tetapi, Madura United mampu memberikan perlawanan di babak kedua.

Laskar Sape Kerrab sukses mencetak tiga gol sekaligus mengunci kemenangan menjadi 3-1. Menurut Robert, ada beberapa momen yang seharusnya bisa jadi penentu timnya.

"Yang menjadi kekurangan kami di laga sebelumnya adalah kami sempat unggul 1-0 dan ada beberapa momen di dalam laga yang bisa menjadi penentu,"ujar Robert kepada wartawan, Rabu 3 Agustus 2022.

Pelatih asal Belanda ini berkaca pada partai final Community Shield antara Manchester City kontra Liverpool. Ada momen yang diputuskan melalui teknologi VAR, sehingga laga berjalan dengan adil.

"Jika melihat pertandingan antara Liverpool melawan Manchester City di Community Shield, momen krusial diputuskan melalui VAR dan jika melihat pertandingan kami, ada penalti untuk mereka dan dua kemungkinan penalti bagi kami,"ungkapnya.

Andai kompetisi Liga 1 menggunakan VAR, kata Robert, hasil pertandingan melawan Madura United pastinya akan berbeda. Makanya, para pemain kecewa dengan beberapa keputusan wasit.

"Jika saja ada VAR, tentu hasilnya akan berbeda. Jadi pemain merasa kecewa dengan momen tersebut. Bagian terberatnya adalah tentu di laga kandang pertama tidak meraih tiga poin,"paparnya.

Setelah melawan Madura, Persib akan melakoni laga tandang melawan Borneo FC Samarinda, Minggu 7 Agustus 2022. Robert menilai laga kontra Pesut Etam tidak akan mudah untuk dilalui.

"Semua tahu bahwa tidak mudah menghadapi Borneo, mereka lolos ke final (Piala Presiden), mereka bermain di kandang yang mana sangat sulit mengalahkan mereka di Samarinda,"ucapnya.

"Kami kami harus bangkit, kami harus pergi ke sana dan mendapatkan tiga poin. Dan ketika pemain seperti Teja, Made, Febri sudah kembali ke latihan besok, diharapkan ada peningkatan di dalam tim,"tambah pelatih berusia 67 tahun ini.