Korban Berjatuhan di Stadion Kanjuruhan, PSSI Turunkan Tim Investigasi

Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang
Sumber :
  • Lucky Aditya/VIVA

VIVA Bola – PSSI bakal menurunkan Tim Investigasi menyusul tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1, Sabtu malam WIB 1 Oktober 2022.

Kisah Otavio Dutra Pernah Lawan Legenda Brasil Robinho dan Kaka

Kekalahan Arema FC dari Persebaya dengan skor 2-3 direspons oleh suporter dengan menerobos masuk ke dalam lapangan. Mereka pun akhirnya terlibat pertikaian dengan aparat kepolisian.

Dari video yang beredar di media sosial, terlihat aparat kepolisian coba menghalau suporter masuk ke dalam lapangan dengan pukulan tongkat. Ada juga tembakan gas air mata.

Semen Padang FC Jalani TC di Jakarta, Matangkan Komposisi Tim Jelang Hadapi Borneo FC

Namun, tembakan gas air mata itu tak cuma diarahkan kepada suporter yang menerobos ke dalam lapangan. Mereka juga melepaskannya ke arah tribun Stadion Kanjuruhan.

Gas air mata dilepaskan aparat kepolisian ke tribun Stadion Kanjuruhan

Photo :
  • Twitter
Duel Juara Liga 1 Persib Bandung Vs Borneo FC di Piala Presiden 2024, Menit Akhir Jadi Penentu

Tindakan itu membuat situasi menjadi mencekam. Nampak banyak suporter yang meminta aparat kepolisian untuk berhenti melepaskan gas air mata ke arah mereka.

Dari laporan kontributor VIVA.co.id di Malang, akibat tembakan gas air mata tersebut, ratusan suporter Arema FC ada yang pingsan, terluka, dan bahkan sampai meninggal dunia.

Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang

Photo :
  • Lucky Aditya/VIVA

Beberapa jenazah yang ada di lapangan ditutupi dengan kain, banner, baju, atau alat penutup lainnya. Kondisi ini juga dipantau langsung oleh PSSI.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi mengatakan pihaknya masih menanti lapotan dari pengawas pertandingan dan Kepolisian. Itu dilakukan untuk memastikan jumlah korban.

"Kami masih menunggu laporan resmi dari pengawas pertandingan dan tentu laporan dari Kepolisian. Namun, dari tayangan video di media sosial yang sudah tersebar di mana-mana terlihat ada kerusuhan setelah wasit meniup peluit panjang. Sekali lagi kami masih menunggu laporan apakah ada korban atau tidak," ujar Yunus.

Dalam keterangannya tersebut, Yunus memastikan bakal ada sanksi keras untuk panitia pelaksana pertandingan jika kerusuhan terjadi di dalam lapangan. Bukan cuma denda, tapi juga menjalani partai usiran.

‘’PSSI sangat mengecam kerusuhan ini. Namun, sekali lagi kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Tetapi, sanksi keras akan menimpa Arema jika semuanya terbukti. Tim investigasi PSSI akan segera bertolak ke Malang,’’ imbuh Yunus.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya