Fakta Mengerikan Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan Malang (Foto/VIVA.co.id)
Tragedi Kanjuruhan Malang (Foto/VIVA.co.id)
Sumber :
  • vstory

VIVA – Awan hitam menyelimuti sepakbola Indonesia. Tragedi Kanjuruhan telah merenggut 125 nyawa (versi kepolisian). Stadion Kanjuruhan yang awaknya tempat bersuka cita bagi para Aremania, seketika menjadi tempat paling menakutkan.

Malam itu, 1 Oktober 2022, Puluhan ribu Aremania yang hadir di Stadion Kanjuruhan mugkin tidak akan pernah bisa lupa. Dua momen menyayat hati bergantian terjadi. 

Pertama, Arema FC, tim kesayangan harus tunduk 2-3 dari rival abadi, Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022/2023. Yang kedua mome mencekam saat aparat menembakan gas air mata, membuat mereka pontan-panting mencari jalan keluar.

1 Oktober 2022 menjadi hari paling kelam dalam catatan sepakbola Tanah Air. Tak pernah sebanyak ini jumlah korban kehilangan nyawa gara-gara sepakbola.

Indonesia pun kini menjadi sorotan dunia. Lagi-lagi bukan karena prestasinya, tapi karena duka yang entah berapa kali terjadi.

Dan Tragedi Kanjuruhan pun akan tercatat dalam sejarah sepakbola paling mematikan di dunia. Faktanya, kini Tragedi Kanjuruhan menjadi yang kedua, di bawah Bencana Stadion Nasional Lima.

Menurut laporan Priceonomics, pertandingan paling mematikan dalam sejarah sepak bola adalah di Stadion Nasional Lima, Peru. Momen mengerikan itu terjadi pada 24 Mei 1964 dan merenggut nyawa 354 orang.