PSSI Cabut Lisensi 8 Pelatih Klub Liga Primer

Aji Santoso, pelatih Persik Kediri
Aji Santoso, pelatih Persik Kediri
Sumber :
  • GOSport

VIVAnews - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mulai merealisir ancaman yang mereka layangkan kepada semua elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan Liga Primer Indonesia (LPI). PSSI akan mencabut sertifikat delapan pelatih klub peserta LPI.

Menurut Ketua Bidang Pelatihan PSSI M. Zein, pencabutan itu termasuk sertifikat yang mereka terima dari tingkatan yang lebih tinggi, misalnya: sertifikat kepelatihan AFC. Dalam hal ini, PSSI akan mengirimkan surat kepada AFC mengenai keputusan tersebut dan meminta AFC mencabut lisensi kepelatihan.

"Pencabutan lisensi AFC itu akan dilakukan oleh AFC atas permintaan resmi dari PSSI," ujar Zein sebagaimana dimuat situs resmi PSSI, Jumat, 3 Desember 2010.

Para pelatih itu dianggap melanggar Statuta PSSI, yakni terlibat dalam kegiatan sepakbola yang tidak diakui PSSI. Ada beberapa nama baru yang terancam kehilangan sertifikat, antara lain: Aji Santoso (Persebaya), Ibnu Graham (Persebaya), dan Edi Paryono (Semarang United).

Tiga pelatih di atas sudah memiliki sertifikat A-AFC dan bahkan pernah menangani timnas Indonesia. Sementara itu, pelatih yang tercatat sudah memperoleh sertifikat A nasional dan terlibat dalam klub dan liga yang tidak diakui PSSI adalah Nandar Iskandar (Bandung FC).

Berikut daftar pelatih yang akan ditindak PSSI:

1. Solo FC: Hong Widodo (asisten pelatih), Kuswi Bintoro (asisten pelatih), 3. Bambang Wijanarko (asisten pelatih).

2. Bandung FC: Nandar Iskandar (pelatih, sertifikat A Nasional), Budikan Yunus (B Nasional), Agus Artha.

3. Tangerang United: Agus Sriyanto (C Nasional), Sutarmo, Mika.

4. Semarang United: Edi Paryono (A AFC), Unggul Virgolo, Supriyadi.

5. Medan Chiels: Amran, Deni Paslah.

6. Bali Dewata FC: Made Sony, Willy Scheepers.

7. Real Mataram: Djoko Irianto, Mujianto.

8. Persebaya: Aji Santoso (A AFC), Ibnu Graham (A AFC), Achmad, M. Affif.

(kd)