Pemain Persija Pilih Bungkam soal Kericuhan Jakmania

Kericuhan fans Persija, The Jakmania, dengan polisi di Senayan, 24 Juni 2016.
Kericuhan fans Persija, The Jakmania, dengan polisi di Senayan, 24 Juni 2016.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

VIVA.co.id - Hampir sepekan insiden ricuh antara The Jakmania dengan aparat kepolisian di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Insiden ini membuat kerugian besar bagi skuat Persija Jakarta, termasuk dampak negatif bagi mental para pemain.

Dalam sesi latihan terakhir jelang laga kontra Pusamania Borneo FC (PBFC), para pemain Persija memang tak menampakkan sedikit pun wajah kekecewaan. Dalam sesi latihan yang dilangsungkan di Lapangan Yon Zikon, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Kamis 30 Juli 2016, para pemain cukup antusias melakoni latihan.

Terkait insiden The Jakmania yang terjadi pekan lalu, para pemain Persija nampaknya memang masih enggan memberikan komentarnya. Beberapa pemain tak mau membicarakan lagi kejadian tersebut, dan lebih memilih untuk diam.

Seusai latihan, beberapa awak media yang ikut hadir dalam kesempatan ini kembali mencoba untuk menanyakan komentar para pemain terkait kejadian tersebut. Namun, para pemain tak mau sedikit pun memberikan komentarnya.

Beberapa pemain seperti, Gunawan Dwi Cahyo, Novri Setiawan, Abrizal Umanailo, Andritani Ardhiasa, dan Bambang Pamungkas, memilih langsung menuju kendaraan dan bergegas pulang tanpa mau bicara banyak.

Insiden dalam laga kontra Sriwijaya FC ini memang memberikan kerugian yang cukup besar bagi para pemain. Selain sanksi denda dan hukuman tak boleh bermain tanpa didampingi suporter dalam enam laga, Persija juga kehilangan status tim tuan rumah, dalam laga kontra PBFC.

Melawan PBFC, Persija harus rela jadi tim tamu dan harus terbang ke Samarinda guna melakoni laga pekan ke-9 Torabika Soccer Championship (TSC) di Stadion Segiri, Minggu 3 Juli 2016.