Semakin Terpojok, Gerrard Membela Diri

VIVAnews - Kapten kesebelasan Liverpool Stephen Gerrard tidak menyangkal tuduhan pemukulan yang dilakukannya kepada seorang disc jokey (DJ). Namun Gerrard mengaku aksi itu merupakan upaya untuk membela diri.

Perkelahian yang melibatkan Gerrard dan seorang DJ bernama Marcus McGee terus bergulir di pengadilan. Jaksa penuntut bahkan menuding Steve G memukul seperti seorang petinju profesional.

Seperti dilansir The Sun, Rabu, 23 Juli 2009, Gerrard mengaku tindakannya itu hanya upaya untuk membela diri. Sebab sebelum melayangkan bogem mentah, Gerrard menduga McGee berniat menyerangnya.

"Dia (McGee) bangkit dari kursinya dengan agresif. Saya mengira dia akan menampar saya. Dia berteriak sangat keras dan saya tidak mengerti apa yang dikatakannya," kata Gerrard.

"Dia mulai berdebat dan saya pikir dia akan memukul saya, jadi itu sebabnya saya melayangkan pukulan kepadanya," tambah Gerrard. 

Salah seorang saksi, Mr Lockie memberatkan Gerrard dalam kasus ini. Menurutnya, McGee berdiri karena mendapat ancaman dan tidak dalam posisi menguntungkan bila tetap duduk di tempat duduknya.

Dalam kejadian ini, Mr Lockie yang berprofesi sebagai pebisnis juga ikut dipukul. Namun pelakunya diduga rekan Gerrard, John Doran.

"Saat itu, saya yakin pukulan dari Gerrard. Saya juga diberondong pukulan oleg rekannta John Doran," kata Lockie.

Aksi pemukulan yang dilakukan Gerrard terjadi terjadi pada 29 Desember 2008 pada sebuah klub malam di Inggris . Gerrard dan beberapa rekannya tengah melakukan perayaan setelah membekap Newcastle United 5-1.

Insiden bermula saat Gerrard ingin mengambil alih pemutar kepingan CD. Namun sang DJ, Marcus McGee, menolak dan berbuntut pemukulan. Saat itu Gerrard mengaku usai meminum bir dan vodka.

Tuduhan yang dilayangkan kepada Gerrard telah bergulir di pengadilan. Pemain timnas Inggris itu juga semakin terpojok setelah kamera CCTV bar tersebut merekam aksinya.