Buffon: Saya Berharga Meski tanpa Trofi Liga Champions

Kiper Parma, Gianluigi Buffon.
Kiper Parma, Gianluigi Buffon.
Sumber :
  • instagram.com/parmacalcio1913/

VIVA – Gianluigi Buffon tak masalah dirinya belum pernah meraih gelar juara Liga Champions. Dia meyakini, kehebatannya sudah diakui meski tanpa gelar tersebut.

Sepanjang kariernya, Gianluigi memenangi hampir 30 trofi di level klub di. Bersama Juventus saja, kiper Italia itu memenangi 22 gelar juara.

Sementara di level tim nasional, Buffon ikut mengantar Italia juara Piala Dunia 2006. Namun, pada tahun yang sama, Buffon bersama Juventus degradasi ke Serie B menyusul kasus calciopoli.

Hanya saja, di antara banyaknya gelar di level klub, Buffon tidak pernah juara Liga Champions. Pencapaian terbaiknya di kompetisi tertinggi antarklub Eropa itu cuma menjadi runner-up sebanyak tiga kali.

Saya sudah memenangi banyak hal dalam hidup, tapi juga mengorbankan gelar-gelar lain. Saya senang pernah berjuang untuk meraihnya, tapi secara pribadi saya juga meraih kesuksesan dengan cinta dari fans," ujar Buffon seperti dilansir Football Italia.

"Dan saya tidak butuh, contohnya delapan trofi Liga Champions, untuk tahu betapa bagusnya saya. Bahkan tanpa memenanginya saya tahu kalau saya berharga," sambungnya.

Buffon yang saat ini memperkuat Parma menceritakan hal yang membuatnya tetap bermain hingga usia 44 tahun. Menurutnya, adalah kritik yang membuatnya menjadi lebih kuat.

"Saya pakai kritik sebagai bahan bakar, khususnya ketika semakin tua. Sebagai anak muda, kritik-kritik itu benar-benar menyakitkan dan berisiko membuat Anda goyah," kata Buffon.

"Ketika Anda dewasa, Anda melihatnya sebagai dorongan. Kadang, saya benar-benar butuh kritik, dan mencatat dari siapa kritiknya," ucap Buffon menambahkan.