5 Pemain Timnas Indonesia yang Jadi Mualaf

Ragnar Oratmangoen, Timnas Indonesia vs Irak di Kualifikasi Piala Dunia
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Jakarta –  Menjadi seorang mualaf merupakan keputusan besar dalam hidup seseorang, termasuk bagi para pesepakbola. Di Timnas Indonesia, terdapat beberapa pemain yang mantap memeluk agama Islam, baik pemain lokal maupun naturalisasi. 

Momen Pemain Timnas Indonesia Tegakkan Sholat Jelang Lawan Filipina

Pemain Timnas yang kini sudah berpindah keyakinan tentu saja memiliki alasannya masing-masing. Hal itu pun membuat mereka mempelajari ilmu agama supaya mereka bisa mengenalnya lebih dalam dan lebih jauh lagi.

Lantas, siapa saja lima pemain Timnas Indonesia yang memutuskan menjadi mualaf? Simak ulasan berikut ini.

Ashanty Sebut Semua Lagu yang Dibawakan di GBK Sudah Disetujui Panitia

1. Ragnar Oratmangoen

Pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen

Photo :
  • VIVA/Riki Ilham Rafles
Selebrasi Ala Cristiano Ronaldo dari Rizky Ridho, Disambut 'Siuuu' dari Suporter

Ragnar Oratmangoen, pemain sepak bola naturalisasi Indonesia, memang seorang mualaf. Ia memeluk agama Islam saat masih remaja, tepatnya pada usia 15 tahun. Keputusan ini diambilnya setelah melalui proses pencarian makna hidup dan bimbingan dari teman-temannya.

Kisah mualaf Ragnar terungkap saat ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada pekan lalu. Kepada awak media, ia menceritakan pengalamannya menemukan Islam dan alasannya mantap memeluk agama tersebut.

"Saya tidak lahir dan dibesarkan sebagai Muslim. Saya dibesarkan sebagai orang Kristen. Tetapi, seiring dengan kedewasaan saya, saya menemukan jalan saya menuju Islam,” ungkap Ragnar.

Pemain Timnas Indonesia, Cristian Gonzales

Photo :
  • Zing.vn

Cristian Gonzales, pemain asal Uruguay ini memang memeluk agama Islam pada tahun 2003 setelah menikah dengan Eva Nurida Siregar, seorang wanita Indonesia. Ia kemudian mengubah namanya menjadi Mustafa Habibi.

Gonzales memutuskan untuk memeluk Islam setelah terinspirasi dengan kesalehan sang istri dan keindahan Islam. Sejak saat itu, ia menjadi muslim yang taat dan aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan.

Mempelajari Islam tidak hanya membawa perubahan spiritual bagi Gonzales, tetapi juga membantunya beradaptasi dengan budaya Indonesia. Hal ini menjadikannya salah satu pemain asing tersukses dalam sejarah sepak bola Indonesia dengan meraih banyak gelar dan penghargaan bersama klub-klub seperti PSM Makassar, Persib Bandung, dan Arema FC.

3. Markus Horison

Eks penjaga gawang timnas Indonesia. Markus Horison

Photo :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis

Markus Horison, eks kiper legendaris Timnas Indonesia, memang memeluk agama Islam pada tahun 2004. Ia kemudian mengubah namanya menjadi Muhammad Haris Maulana.

Keputusan Markus Horison untuk memeluk Islam didasari oleh ketertarikannya dengan agama tersebut sejak lama. Ia mantap memeluk Islam setelah mendapatkan hidayah dan merasa menemukan kedamaian dalam Islam.

Diego Michiels

Photo :
  • instagram.com/aremafcofficial

Diego Michiels, mantan bek naturalisasi Timnas Indonesia, memang menjadi mualaf pada tahun 2013. Namun, ketertarikannya terhadap Islam sudah ada sejak ia masih tinggal di Belanda.

Diketahui, Diego dibesarkan di lingkungan yang mayoritas Muslim di Deventer, Belanda. Disana, Ia memiliki teman dekat yang beragama Islam sehingga dirinya familiar dengan praktik dan kepercayaan Islam.

Sampai suatu ketika, Diego tertarik dengan ajaran dan nilai-nilai Islam yang memicu rasa ingin tahunya lebih dalam.

5. Esteban Vizcarra

Gelandang Persib Bandung, Esteban Vizcarra

Photo :
  • VIVA/Dede Idrus

Esteban Vizcarra adalah pemain sepak bola naturalisasi Indonesia yang memiliki perjalanan menarik dalam hal agama dan kewarganegaraan.

Lahir dan dibesarkan di Argentina, Vizcarra memeluk agama Islam pada tahun 2012. Keputusan ini menjadikannya mualaf dan membuka jalan baginya untuk lebih mengenal budaya dan tradisi Indonesia.

Enam tahun setelah menjadi mualaf, tepatnya pada tahun 2018, Vizcarra resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Hal ini menandakan komitmennya terhadap Indonesia dan keinginannya untuk terus berkontribusi bagi sepak bola nasional.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya