Wiranto Ditusuk, Menteri Sofyan Pasrahkan Keamanan ke Polisi

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil
Sumber :
  • VIVAnews/Fikri Halim

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto ditusuk dengan sebilah senjata tajam, saat berkunjung ke Pandeglang, Banten. Polisi menyebut, kejadian ini diduga dilakukan oleh teroris yang berasal dari jaringan JAD Bekasi, yang disebut dipimpin oleh Abu Zee.

img_title Pemerintah Bagi Tugas Menteri Tangani Karhutla di Sumatra-Kalimantan, Belum Ada Pembentukan Satgas Baru

Menanggapi kasus penusukan Wiranto itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil mengatakan bahwa dia menilai tak perlu ada peningkatan pengamanan khusus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya sih enggak (peningkatan keamanan). Apa namanya itu, menurut Kepolisian apa diperlukan, Kapolri hari ini terus melakukan evaluasi. Kita sebagai pejabat negara, prosedur ditetapkan oleh pejabat Kepolisian," kata Sofyan di kantornya, Jakarta, Jumat 11 Oktober 2019.

img_title HUT RI ke-81, Sejumlah Menteri Upacara di NTT Sambil Pantau Penanganan Korban Gempa

Saat ditegaskan apakah perlu pengamanan khusus menteri saat keluar kota, Sofyan mengatakan, tak khawatir jika harus berjalan sendiri. Pihaknya, tentu hanya mengikuti prosedur yang disiapkan oleh pihak Kepolisian.

"Kalau saya sih, enggak merasa ini ya (khawatir dan perlu pengamanan khusus saat keluar kota). Kalau saya pergi, ke mana sendiri aja. Sebenarnya itu prosedur harus diikuti, protap yang ditetapkan oleh pihak keamanan, mereka lebih tahu tentang bagaimana pengamanan VVIP, kita ikuti aja," ucapnya. 

img_title Pratikno Ungkap Sejumlah Menteri Tetap Bantu Korban Gempa di NTT, Tak Ikut Upacara di Istana Besok

Dia juga mengakui, penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto itu adalah yang pertama kali terjadi di Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

"Seperti yang Wapres kemukakan, kan baru kali ini ada penyerangan langsung pejabat publik. Paling penting hati-hati saja, bahwa kelompok radikal yang mau melakukan tindakan teroris selalu ada di masyarakat," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk pengamanan di kementerian sendiri, dia menegaskan, tak ada masalah berarti untuk memberi peningkatan khusus.

"Saya pikir, enggak ada masalah (pengamanan di kementerian), cukup bagus. Seperti (kejadian Wiranto) kemarin, karena ya, namanya tindakan seperti itu kadang-kadang tak ada antisipasi," ujarnya. (asp)

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli

Pendaftaran Mitra Penyelenggara MagangHub Tahap 2 Dibuka hingga 31 Agustus 2026

Kementerian Ketenagakerjaan membuka pendaftaran calon mitra penyelenggara Program Magang Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II Tahun 2026, hingga 31 Agustus 2026.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut