Gempa Sumatera Barat

Gadget Penjejak Nyawa di Reruntuhan Gempa

Ilustrasi gempa bumi.
Sumber :
  • Istimewa

VIVAnews - Proses evakuasi korban reruntuhan gedung pasca gempa, kerap menghadapi berbagai kendala di lapangan. Dari mulai sulitnya medan, minimnya peralatan, hingga curah hujan yang tinggi, seperti yang terjadi di Padang saat ini.

img_title BMKG Beberkan Skenario Terburuk Megathrust, Gempa Besar hingga Tsunami

Dalam kondisi seperti itu kehadiran teknologi akan sangat membantu proses penyelamatan korban. Tak hanya memanfaatkan anjing dan lalat, penggunaan teknologi bernama life locator atau life detecting radar, juga bisa mempercepat upaya pencarian korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Life locator adalah alat yang bisa digunakan untuk melakukan pendeteksian terhadap korban yang masih bertahan. Alat ini biasanya digunakan untuk mencari korban yang selamat dari gempa bumi, tanah longsor, bencana konstruksi dalam tanah, dan bencana lainnya.

img_title Gunung Lokon Kembali Bergejolak, Warga dan Wisatawan Diminta Jaga Jarak

Seperti halnya perangkat pengintai tembus dinding yang kerap digunakan untuk aksi membekuk teroris atau para penjahat, perangkat life locator ini juga menggunakan sinyal Ultra Wideband.

Ultra Wideband (UWB) adalah teknologi nirkabel yang mampu mentransimisikan data digital dalam jumlah yang sangat besar melalui spektrum frekuensi yang sangat lebar dengan daya yang rendah, dalam jarak yang sangat dekat.

img_title Jokowi Dibilang Telat Datang ke Lokasi Gempa NTT, Grace Natalie: Daripada Nyinyir, Lebih Baik Bantu Warga

Tak hanya itu, kebutuhan daya yang kecil membuatnya secara teoritis tidak akan mengalami interferensi dengan sinyal lain di sekelilingnya. Sinyal UWB juga mampu membawa sinyal informasi tembus melalui rintangan-rintangan yang biasanya bersifat memantulkan sinyal narrowband (sinyal yang memiliki kapasitas data yang lebih rendah).

Namun, alat ini tak hanya menggunakan teknologi ultra wideband, melainkan juga mengkombinasikannya dengan teknologi radar dan teknologi biomedis. Oleh karenanya ia mampi mendeteksi tanda-tanda kehidupan, seperti gerak tubuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mampu mengenali kondisi korban, apakah masih sadar, terluka, atau sedang tak sadarkan diri. Selain itu, alat ini juga mampu memprediksi secara akurat jarak dan kedalaman korban, dari lokasi alat tersebut.

Salah satu alat semacam ini yang beredar di pasaran adalah Biken-Tech SJ-3000 besutan vendor China. Alat ini sudah digunakan ketika terjadi gempa di Wenchuan China, 12 Mei 2008 lalu. Dalam 10 hari pencarian korban di berbagai puing-puing gedung TK, sekolah, kantor pemerintahan, dan pertokoan, alat ini berhasil menyelamatkan 21 nyawa manusia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut