Anak Nelayan Muara Angke Dilirik Klub Norwegia?

M. Kanu dan ibunya, Sugianti
Sumber :
  • VIVA.co.id/Pratama Yudha

Sebenarnya, ada 18 nama pemain yang disertakan saat Gothia Cup 2016, tetapi hanya 17 pemain yang mendapat beasiswa.

img_title Peluang Calvin Verdonk Tampil di Liga Champions, Lille Tak Boleh Kehilangan Poin di Markas Wakil Norwegia

Kanu mengaku tidak mengetahui mengapa namanya tidak disertakan saat menerima beasiswa, yang tentu akan sangat membantu pendidikannya di luar lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kendati demikian, Kanu dan keluarga memilih berbesar hati menerima keputusan dari ASIOP. Ibunda Kanu, Sugiyanti, mengatakan hanya ingin anaknya diakui sebagai bagian dari tim yang mengantar ASIOP juara.

img_title Misteri Kevin Diks di Borussia Monchengladbach, Absen Dua Laga Beruntun Tanpa Kejelasan

"Sebelumnya, saya sangat berterima kasih kepada ASIOP atas segala kesempatan yang diberikan kepada anak saya, tetapi saya tidak mengerti kenapa anak saya tidak dimasukkan ke dalam susunan pemain yang menerima beasiswa, padahal anak saya ikut bermain," ujar Sugiyanti.

"Jumlah pemain yang pergi ke sana berjumlah 18 pemain, tetapi yang menerima beasiswa hanya 17 pemain. Saya hanya ingin kejelasan kenapa anak saya tidak diakui," ujarnya menambahkan.

img_title Emil Audero Tak Main, Rayo Vallecano Hampir Dipecundangi Klub Kasta Keempat Spanyol di Copa del Rey

Dilirik Klub Norwegia

Kabar tersebut tentu saja sangat disayangkan. Seorang anak bangsa yang di masa depan kemungkinan menjadi salah satu pilar tim nasional harus terlupakan, padahal peluh dan tenaganya ikut membantu timnya jadi juara.

Meski begitu, semua kerja keras pasti ada balasannya. Usaha Kanu berlatih setiap hari dengan ambisi menjadi pemain terbaik dipandang oleh klub asing yang melihat bakat di dalam kakinya.

Bermain baik saat Gothia Cup 2016 juga membuat anak yang masih berusia 15 tahun ini kabarnya dilirik oleh tim dari Norwegia. Sebuah kabar dan kesempatan luar biasa bagi pesepakbola muda Indonesia untuk mengasah kemampuannya sejak dini.

Namun lagi-lagi pihak ASIOP juga tidak memberikan kejelasan.

"Soal itu, saya juga kurang mengerti. Yang saya tahu, Kanu bermain di ASIOP, jika ada yang melirik anak saya mestinya melalui ASIOP juga. Tetapi, saya tidak mendengar kabar apa-apa," kata Sugiyanti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mungkin karena usia Kanu masih 15 tahun jadi ASIOP tidak memberikan info apa pun kepada keluarga. Yang saya dengar, seorang anak baru bisa tinggal tanpa orangtua jika sudah di atas 18 tahun," ungkapnya.

Hal ini juga mendapat tanggapan dari Eddy Syahputra selaku agen pemain. Dia ingin menolong karier Kanu untuk bisa terus berkembang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut