Gerhana Bulan Total, BMKG Adakan Tanya Jawab di Jam Gadang

Ilustrasi Gerhana Bulan Total
Sumber :
  • www.pixabay.com/Free-Photos/9199 images

VIVA – Tidak hanya menyediakan teropong khusus dan layar lebar untuk mengamati dan memantau fenomena langka gerhana bulan total terlama pada abad ini, Stasiun Geofisika Padang Panjang juga berencana bakal membuka sesi tanya jawab seputar gerhana bulan, khususnya bagi pengunjung jam Gadang pada 31 Januari 2018.

img_title Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Waktu Melaksanakannya!

BMKG melakukan hal ini untuk mengedukasi kepada masyarakat, agar tidak hanya sebatas melihat seperti apa rupa fenomena gerhana bulan, namun lebih kepada pemahaman seperti apa dan bagaimana proses gerhana bulan itu bisa terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pemantauan dan pengamatan gerhana bulan akan kami lakukan mulai pada pukul 16.00 WIB. Di saat yang bersamaan, kami juga akan memberikan penjelasan secara detail. Bahkan membuka sesi tanya jawab seputar fenomena gerhana bulan ini," kata Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Rahmat Triyono, Selasa 30 Januari 2018.

img_title Durasi Gerhana Bulan Total 3 Maret di Indonesia: 5 Jam 41 Menit

Agar tujuan edukasi bisa tercapai tepat sasaran, kata Rahmat, Stasiun Geofisika Padang Panjang juga sudah meminta kepada Wali Kota Bukittinggi, melalui Dinas Pendidikan agar mengimbau kepada para guru dan siswa yang sekolahnya dekat dengan kawasan Jam Gadang untuk dapat hadir di area pengamatan. Diharapkan siswa sekolah mengamati dan menerima penjelasan pengetahuan tentang gerhana bulan ini.

Guru, siswa maupun seluruh pengunjung Jam Gadang, tutur Rahmat, selain bisa melihat gerhana melalui layar lebar maupun teropong disediakan, juga dapat bertanya tentang proses detail terjadinya gerhana bulan tersebut. Stasiun Geofisika Padang Panjang menginginkan masyarakat tidak hanya melihat dengan mata saja, namun juga mampu memahami tentang ilmu pengetahuan, khususnya tentang gerhana bulan ini.

img_title Gerhana Bulan Total 3 Maret, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Khusuf

"Jika masyarakat terutama para orang tua memahami, maka secara otomatis juga di rumah dapat memberikan pengetahuan kepada anak-anaknya. Ini kesempatan kita saling berbagi ilmu," ujar Rahmat.

Tak terkait gempa

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rahmat menegaskan, fenomena gerhana bulan ini sama sekali tidak berkaitan dengan fenomena gempa. Penjelasan ini menepis hoax yang banyak beredar di masyarakat bahwa gerhana bulan dikaitkan dengan gempa besar.

"Gerhana bulan sama sekali tidak ada hubungannya dengan gempa, sebagaimana rumor yang saat ini beredar di tengah masyarakat. Ini salah satu tujuan kami memberikan penjelasan dan tanya jawab seputar gerhana bulan,"ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut